Syi’ah Berduka


BBC Ciptakan Friksi Allamah Fadlullah dan Iran

Tehran (IRIB News)-Hanya beberapa jam setelah Ayatullah Sayid Muhammad Hussein Fadlullah meninggal, televisi BBC berusaha mati-matian untuk meyakinkan publik bahwa ada friksi antara Allamah Fadlullah dengan Iran.

BBC berusaha mengesankan adanya perselisihan ini di benak umat Islam, padahal dukungan terus-menerus Allamah Fadlullah atas Iran dan muqawama menjadi teori politik-agama paling penting bagi Syiah Lebanon.

BBC memuat laporan hari Ahad (04/7) dari wartawannya di Beirut dan menulis, Sayid Muhammad Hussein Fadlullah membantah hubungannya dengan Hizbullah. Namun berkat kehadiran sejumlah murid-muridnya di tingkat atas dan menengah gerakan muqawama Lebanon ini, ada wacana yang menyebutkan hubungannya dengan Hizbullah.

Pernyataan BBC ini tanpa memperhatikan betapa situs marji syiah Lebanon dalam masalah hubungan beliau dengan Hizbullah menurunkan tulisan dengan judul “Peran Ayatullah Fadlullah dalam Pembentukan Muqawama”.

Sekaitan dengan masalah disebutkan bahwa posisi dan peran kepemimpinan Fadlullah di Hizbullah menyebabkan beliau pernah sekali diculik dan empat kali diteror. Ditambahkan, keberadaan sejumlah murid Fadlullah di tingkat atas dan kepemimpinan Hizbullah lebih dikenal dengan sebutan Rijal Fadlullah (tokoh-tokoh Fadlullah).

Di sisi lain, Sayid Hasan Nasrullah, Sekjen Hizbullah beberapa saat setelah pengumuman meninggalnya Ayatullah Sayid Muhammad Hussein Fadlullah menyebut beliau sebagai “Ayah Muqawama”.

Sayid Hasan Nasrullah kemudian menyebutkan kenangannya ketika masih kecil ikut shalat di belakang Ayatullah Hussein Fadlullah. Dikatakannya, “Kami banyak belajar dari pidato-pidato beliau. Kami banyak mendapat petunjuk dari ucapannya. Buat kami perilaku dan akhlak beliau merupakan tauladan. Allamah Fadlullah adalah penuntun yang bijak, tempat pelarian yang kokoh dan pendukung yang kuat dalam perjuangan dan jihad.”

Fatwa Allamah Fadlullah

Di bagian lain dari laporan BBC, Allamah Fadlullah di tahun-tahun terakhir diperkenalkan sebagai ulama moderat terkait masalah sosial, khususnya wanita.

Ungkapan itu merupakan upaya BBC menggiring opini bahwa Allamah Fadlullah memiliki sejumlah fatwa khusus, tanpa menyebutkan secara transparan apa saja fatwa beliau terkait masalah ini. Karena semua tahu betapa perbedaan pandangan ijtihad bagi seorang marji merupakan hal yang wajar dalam wacana fiqih Syiah.

Di tingkat hauzah hal ini sendiri merupakan hal yang jamak terjadi. Belum lagi ada sejumlah fatwa yang dinisbatkan kepada beliau yang dikemudian hari dibantah oleh beliau sendiri atau kantornya dan sebagian lainnya mengalami perubahan.

Hubungan dengan Iran

Namun yang paling menggelikan dari laporan BBC berbahasa Persia yang menyebutkan, Sayid Hussein Fadlullah memiliki hubungan dengan para pemimpin Iran. Tapi hubungan ini setidak-tidaknya dalam beberapa tahun terakhir tidak terlalu hangat. Ayatullah Hussein Fadlullah sebagai ulama Syiah terbesar Lebanon berkali-kali mengeluarkan pernyataan yang mengkritik Iran dan Hizbullah!

Pernyataan provokatif BBC ini disampaikan tanpa memperhatikan kandungan 18 kali khutbah Jumat yang disampaikan sebelum Allamah Fadlullah berpulang ke rahmat Allah di Masjid Hasanain. Masalah dukungan beliau terhadap Iran dan masalah nuklir Iran menjadi tema sentral isi khutbahnya. Di samping itu, tidak ada satu delegasi Iran yang melawat Lebanon tanpa disambut hangat oleh beliau.

Dalam pertemuannya dengan Duta Besar baru Iran untuk Lebanon, Ayatullah Sayid Hussein Fadlullah meminta masyarakat Iran agar berpegang teguh dengan kepemimpinan Islam dan melanjutkan cara dialog dalam menghadapi pihak-pihak lain dengan senantiasa berpedoman pada hak legal nasional.

Marji Syiah Lebanon ini juga menyinggung pentingnya Deklarasi Segi Tiga Tehran antara Iran, Brazil dan Turki di bidang pertukaran bahan bakar nuklir untuk reaktor riset Tehran. Beliau mengatakan, “Amerika dan Zionis Israel begitu terpukul dengan adanya deklarasi ini. Karena mereka berpikiran bahwa politik Iran dikelola oleh pribadi-pribadi yang tidak memiliki pengalaman. Namun tiba-tiba mereka harus menghadapi kenyataan bahwa para politikus Iran merupakan tokoh-tokoh profesional.”

Selain itu, hubungan hangat dan timbal balik ini juga dapat dibaca dengan mudah dari pernyataan bela sungkawa para pejabat tinggi Republik Islam Iran mulai dari Presiden Mahmoud Ahmadinejad, Ali Larijani, Ketua Parlemen Iran, Menlu Manouchehr Mottaki hingga Ketua Dewan Penentu Kebijakan Negara Ali Akbar Hashemi Rafsanjani.(IRIB/SL/PH/5/7/2010)

Jenazah Allamah Fadlullah akan Dikebumikan Hari Selasa

Beirut (IRIB News)-Hassan al-Khasyin, Direktur Hauzah Ilmiah Allamah Sayid Hussein Fadlullah, marji Syiah Lebanon mengatakan, “Jenazah Ulama Syiah ini akan dikebumikan di masjid Hasanain di Dahiya, selatan Beirut sesuai dengan wasiat beliau.”

Hassan al-Khasyin kemarin (ahad,04/7) kepada televisi Alalam mengatakan, “Prosesi pemakaman Allamah Fadlullah akan dilakukan hari Selasa (06/7) setelah shalat Zuhur dari depan rumah beliau.Setelah diarak ke jalan-jalan di sekitar selatan Lebanon jenazah, beliau akan dibawa ke arah Masjid Bir al-Abed dan setelah itu akan dikebumikan di masjid Hasanain.”

Ditambahkannya, “Dengan mencermati kesederhanaan alim rabbani ini, prosesi pemakamannya juga akan diselenggarakan secara sederhana dan tidak ada acara resmi.” “Kami menyambut setiap ungkapan bela sungkawa dari seluruh masyarakat, pejabat, ulama, tokoh politik, cendikiawan dan media,” tambah Hassan al-Khasyin.

Sekaitan dengan wasiat Allamah Fadlullah, Hassan al-Khasyin menyatakan, “Allamah Fadlullah meninggal dunia dalam kondisi memikirkan masalah yang dihadapi umat Arab dan Islam. Di akhir ucapannya sebelum meninggal beliau mengatakan, “Selama rezim Zionis Israel belum tumbang, saya tidak akan pernah tenang.”(IRIB/SL/PH/5/7/2010)

Biografi Ayatullah Sayyid Hussein Fadlullah

Ayatullah al-Udzma Sayyid Muhammad Hussein Fadlullah lahir tahun 1354 Hq di ‎kota suci Najaf dari sebuah keluarga ulama.‎

Allamah Hussein Fadlullah melewati masa kecil dan pendidikannya di bawah ‎bimbingan ayahnya, Sayyid Abdurrauf Fadlullah, marji Syiah masa itu. Hussein ‎Fadlullah kecil ikut sekolah tradisional masa itu dan mempelajari bagaimana ‎membaca, menulis dan qiraah al-Quran. Namun pendidikan keras yang diterapkan ‎oleh sekolah itu yang dikelola oleh seorang tua membuat Hussein Fadlullah tidak ‎betah belajar di sana. Dengan segera ayahnya mencarikan sebuah pusat ‎pendidikan bernama Muntada an-Nasyr yang menggunakan metode pendidikan ‎baru.‎

Hussein Fadlullah langsung duduk di kelas tiga dan ketika duduk di kelas empat ia ‎meninggalkan sekolah dan memulai pendidikan agamanya di usia 9 tahun. ‎Berbarengan dengan pendidikan agamanya, Hussein Fadlullah mulai ‎memperhatikan perkembangan yang terjadi di masanya. Hussein Fadlullah ‎mengikuti perkembangan yang ada lewat membaca majalan-majalah Mesir. ‎Lebanon dan tidak lupa majalah Irak.‎

Sayyid Muhammad Hussein Fadlullah mempelajari sejumlah pelajaran seperti ‎nahwu, sharf, ma’ani, bayan hingga logika dan ushul fiqih pada ayahnya. Pada ‎masa itu ia tidak berguru pada orang lain. Ketika pelajarannya sampai pada buku ‎Kifayah al-Ushul jilid kedua, Sayyid Hussein Fadlullah akhirnya berguru pada ‎seorang ulama bernama Mojtaba Lankarani, ulama dari Iran.‎

Setelah menyelesaikan buku Kifayah al-Ushul, Sayyid Hussein Fadlullah mengikuti ‎kuliah tingkat tinggi (bahts kharij) pada sejumlah marji antara lain, Sayyid Abul ‎Qasin Khu’i, Sayyid Muhsin al-Hakim, Sayyid Mahmoud Shahroudi dan Syeikh ‎Hussein al-Hilli. Di samping mempelajari mata-mata kuliah fiqih dan ushul fiqih, ‎Hussein Fadlullah juga mempelajari sebagian dari buku al-Asfar al-Arba’ah, buku ‎filsafat yang lebih dikenal dengan al-Hikmah al-Muta’aliyah karya Mulla Shadr pada ‎gurunya Badkubeh. Sayyid Hussein Fadlullah juga sempat belajar pada Sayyid ‎Muhammad Baqir Shadr selama lima tahun. Gurunya Sayyid Khu’i menasihatinya ‎agar menyeriusi pelajarannya bersama Syahid Shadr.‎

Pada tahun 1952, di usia 17 tahun untuk pertama kalinya Hussein Fadlullah ‎menuju Lebanon untuk menengok keluarganya di sana. Perjalanannya bersamaan ‎dengan peringatah hari ke-40 meninggalnya Sayyid Muhsin Amin al-‘Amili. Hussein ‎Fadlullah kemudian membacakan kasidah memuji ketokohan dan kepribadian ‎Sayyid Muhsin al-‘Amili.‎

Dalam kasidah yang dibacakannya, Sayyid Hussein Fadlullah banyak ‎menyinggung masalah politik, termasuk persatuan dan kebangkitan Islam serta ‎mencela imigrasi para pemuda dan imperialisme Perancis.‎

Surat-surat kabar Lebanon waktu itu menilai kasidah yang diucapkan Sayyid ‎Hussein Fadlullah sangat provokatif.‎

Pada tahun 1966, sejumlah pendiri organisasi keagamaan Usrah al-Taakkhi yang ‎terletak di pinggiran timur kota Beirut mengajak Sayyid Hussein Fadlullah untuk ‎tinggal di sana. Hussein Fadlullah menerima tawaran itu dan pada tahun itu juga ‎beliau memastikan untuk tinggal selamanya di sana.‎

Allamah Sayyid Hussein Fadlullah sejak masa mudanya tidak hanya mempelajari ‎ilmu-ilmu agama tapi juga mengkaji masalah-masalah yang berada di luar itu. ‎Dengan mendalami sastra membaca majalah-majalah seperti Al-Katib Taha ‎Hussein, beliau secara perlahan mengasah kemampuan menciptakan dan ‎melantunkan syair. Beliau juga menulis tiga buku syair. ‎

Pada tahun 2001, Allamah Fadlullah menerbitkan Jamatul Ulama Najaf, sebuah ‎majalah Kebudayaan-Islam, bersama-sama dengan Sayyid Muhammad Baqir ‎Shadr dan Syeikh Muhammad Mahdi Shamshuddin. Di tahun kedua, kolom utama ‎majalah tersebut bernama Kalimatuna (Ucapan kami). Sebelumnya, artikel utama ‎itu bernama Risalatuna (Risalah kami) dan ditulis oleh Sayyid Muhammad Baqir ‎Shadr. ‎

Allamah Fadlullah melanjutkan aktivitas penulisan artikel dan buku hingga enam ‎tahun. Di Irak beliau berperan urgen dalam pembentukan gerakan Syiah bersama ‎Sayyid Muhammad Baqir Sadr. Hasil dari perjuangan kedua tokoh tersebut, ‎akhirnya lahirlah gerakan Syiah Irak bernama Hizbud Dakwah Islamiyah.‎

Sekembalinya ke Lebanon pada tahun 1966, beliau mulai beraktivitas secara ‎meluas di bidang ilmiah, budaya, dan sosial, yang hingga kini meski telah 45 tahun ‎berlalu, dampak dan pengaruhnya masih dapat disaksikan. ‎

Dengan mengadakan berbagai pengajian, pelajaran tafsir al-Quran, agama, dan ‎akhlak, beliau mampu menciptakan perubahan hingga ke beberapa generasi di ‎Lebanon. Bahkan di satu kesempatan, beliau pernah mengatakan, “Saya bangga ‎karena ikut menggembleng sebagian besar pejuang dan pegiat agama.” ‎

Pembentukan sebuah pondok pesantren bernama al-Ma’had al-Shar’i al-Islami ‎dengan tujuan mendidik para pelajar agama, merupakan di antara upaya sosial-‎budaya beliau. Selain al-Ma’had al-Shar’i yang terletak di Beirut, Allamah Fadlullah ‎juga mendirikan hauzah akhwat di Beirut, Tyer dan al-Murtadha di Damaskus yang ‎disebut Sayyidah Zainab.‎

Sayyid Hussein Fadlullah hingga kini melahirkan lebih dari 70 karya yang bila ‎dikumpulkan menjadi lebih dari seratus jilid. Sebagian buku-buku beliau hasil ‎transkrim pidato dan sebagian lainnya merupakan catatan-catatan pelajaran fiqih ‎dan ushul fiqih tingkat tinggi yang ditulis oleh murid-muridnya.‎

Aktivitas Sosial

Selain kegiatan ilmiah, budaya dan politiknya di Lebanon Suriah, Sayyid Hussein ‎Fadlullah juga punya aktivitas sosial yang cukup luas. Beliau mengayomi anak-‎anak yatim, syuhada, cacat dan fakir miskin. Beliau mendirikan yayasan sosil ‎bernama Komunitas al-Mirats al-Khairiyah sekaligus menjadi pemimpinnya. ‎Dengan bantuan para donator dari negara-negara Arab Teluk Persia dan Lebanon, ‎Allamah Sayyid Hussein Fadlullah mendirikan sejumlah pusat dan yayasan sosial ‎yang modern untuk mendidik anak-anak yatim, khususnya anak-anak para syahid ‎dan anak-anak miskin. Allamah Fadlullah mendirikan rumah sakit, poliklinik dan ‎masjid-masjid.‎

Di pusat-pusat yayasan sosial ini, Ayatullah Fadlullah memberikan tempat tinggal ‎bagi mereka yang membutuhkan dan mereka melanjutkan pendidikannya di ‎kawasan ini.(IRIB/SL/MZ/4/7/2010)‎

Ulama Syiah Wafat, Al-Azhar Mesir Berduka
Universitas al-Azhar Mesir mengucapkan rasa belasungkawa atas wafatnya ulama besar Syiah Lebanon, Ayatullah Sayid Muhammad Hussein Fadlullah.

Sebagaimana dilaporkan televisi Al Alam, Universitas al-Azhar Mesir, Senin (5/7) dalam sebuah keterangannya menyatakan, “Allamah Fadlullah memiliki pemikiran cemerlang, berpikir melampaui batas perbedaan-perbedaan mazhab dan selalu berupaya mendekatkan satu sama lain tidak hanya umat Islam, tapi juga pemeluk berbagai agama.”

Allamah Fadlullah dilahirkan di kota Najaf, Irak dan punya hubungan dekat dengan ulama besar Irak, Syahid Muhammad Baqir Shadr. Bersama Syahid Baqir Shadr, Allamah memainkan peran penting dalam membentuk gerakan Islam di Irak.

Selama menetap di Lebanon, Allamah Fadlullah aktif berdakwah dan terlibat dalam kegiatan politik dan sosial.
Prosesi pemakaman Allamah Fadlullah dilakukan hari ini (Selasa,6/7) setelah shalat Zuhur dari depan rumah beliau. Setelah diarak ke jalan-jalan di sekitar selatan Lebanon, jenazah beliau akan dibawa ke arah Masjid Bir al-Abed dan setelah itu akan dikebumikan di masjid Hasanain. (IRIB/RM/SL/6/7/2010)

Ayatullah Hosein Fadlullah Koma

Kondisi Marji Syiah di Lebanon, Ayatullah Mohammad Hosein Fadlullah sangat kritis akibat penyakit yang beliau derita. Saat ini dilaporkan Marji’ besar tersebut berada dalam keadaan koma.

Menurut laporan wartawan IRNA dari Beirut mengutip sumber-sumber Lebanon, kondisi fisik Ayatullah Fadlullah yang sebelumnya menderita sakit di bagian hati, saat dirawat di sebuah rumah sakit di Beirut Selatan pada Kamis (2/7) tiba-tiba koma.

Sayyid Ali dan Jakfar, putra Ayatullah Fadlullah yang biasanya menggantikan sang ayah untuk memimpin shalat Jum’at, kemarin absen dan digantikan oleh Sheikh Hosein al-Khasnh. (IRIB/IRNA/MF/3/7/2010)
Allamah Fadlullah Meninggal Dunia

Allamah Sayyid Muhammad Hussein Fadlullah, ulam Syiah terkemuka Lebanon meninggal dunia di usia 75 tahun. Sumber rumah sakit Behnam, di Beirut selatan menyatakan bahwa Allamah Fadlullah meninggal dunia karena pendarahan internal.

Sebelumnya, beliau dirawat di rumah sakit dan dikabarkan dalam kondisi kritis. Sumber rumah sakit bahkan menyatakan bahwa beliau dalam kondisi koma. (IRIB/MZ/4/7/2010)
Iran Kirim Delegasi untuk Pemakaman Allamah Fadlullah

Damaskus, Aktualpress–Republik Islam Iran mengirim delegasinya ke Lebanon untuk menghadiri acara pemakaman Allamah Sayyid Mohammad Husein Fadlullah, ulama Syiah terkemuka Lebanon.

Termasuk di antara anggota delegasi tersebut adalah Ayatullah Ahmad Jannati, Sekeretaris Dewan Garda Revolusi, yang akan mewakili Rahbar, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, dan Masoud Zaribafan, Wakil Presiden Iran sekaligus Ketua Lembaga Syahid dan Urusan Veteran yang akan mewakili Presiden Mahmoud Ahmadinejad. Juga Alaouddin Bourujerdi, Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, serta beberapa pejabat tinggi Iran lainnya.

Delegasi ini terbang ke Damaskus Senin malam (5/7/2010) bersama dengan para peziarah makam Sayyidah Zainab sa dan Sayyidah Ruqayyah sa di Suriah. Di bandar udara Damaskus, mereka disambut Sayyid Ahmad Mousavi, Duta Besar Iran untuk Suriah.

Jenazah Allamah Sayyid Muhammad Hussein Fadlullah menurut rencana akan dikebumikan hari ini (6/7/2010) di masjid al-Hasanain, Beirut. Acara pemakaman beliau akan dihadiri para pejabat Lebanon dan dari negara-negara Arab dan Islam lainnya. (Ap/IRNA/MZ/6/7/2010)

Ditulis dalam Sabda Cinta. 1 Comment »

Satu Tanggapan to “Syi’ah Berduka”

  1. USTADZ CINTA Says:

    PERBEDAAN ANTARA AGAMA ISLAM DENGAN AGAMA SYI’AH

    Berikut ini adalah perbedaan yang sangat menonjol antara agama islam dengan agama syi’ah, yang dengannya mudah-mudahan kaum muslimin dapat mengetahui hakekat sebenarnya ajaran agama syi’ah.

    1. Pembawa Agama Islam adalah Muhammad Rasulullah.

    1. Pembawa Agama Syi’ah adalah seorang Yahudi bernama Abdullah bin Saba’ Al Himyari. [Majmu’ Fatawa, 4/435]

    2. Rukun Islam menurut agama Islam:

    Dua Syahadat

    Sholat

    Puasa

    Zakat

    Haji

    [HR Muslim no. 1 dari Ibnu Umar]

    2. Rukun Islam ala agama Syi’ah:

    Sholat

    Puasa

    Zakat

    Haji

    Wilayah/Kekuasaan

    [Lihat Al Kafi Fil Ushul 2/18]

    3. Rukun Iman menurut agama Islam ada 6 perkara, yaitu:

    Iman Kepada Allah

    Iman Kepada Malaikat

    Iman Kepada Kitab-Kitab

    Iman Kepada Para Rasul

    Iman Kepada hari qiamat

    Iman Kepada Qadha Qadar.

    3. Rukun Iman ala Agama Syi’ah ada 5 Perkara, yaitu:

    Tauhid

    Kenabian

    Imamah

    Keadilan

    Qiamat

    4. Kitab suci umat Islam Al Qur’an yang berjumlah 6666 ayat (menurut pendapat yang masyhur).

    4. Kitab suci kaum Syi’ah Mushaf Fathimah yang berjumlah 17.000 ayat (lebih banyak tiga kali lipat dari Al Qur’an milik kaum Muslimin).[Lihat kitab mereka Ushulul Kafi karya Al Kulaini 2/634]

    5. Adzan menurut Agama Islam:
    (Allōhu akbar) 4 kali
    (Asyhadu allā ilāha illallōh) 2 kali
    (Asyhadu anna Muhammadan rōsulullōh) 2 kali
    (Hayya ‘alash Sholāh) 2 kali
    (Hayya ‘alal falāh) 2 kali
    (Allōhu akbar) 2 kali
    (Lā ilāha illallōh) 2 kali

    5. Adzan Ala Agama Syi’ah:
    (Allōhu akbar) 4 kali
    (Asyhadu allā ilāha illallōh) 2 kali
    (Asyhadu anna Muhammadan rōsulullōh) 2 kali
    (Asyhadu anna ‘Aliyyan waliyullōh) 2 kali
    (Hayya ‘alash Sholāh) 2 kali
    (Hayya ‘alal falāh) 2 kali
    (Hayya ‘alā khoiril ‘amal) 2 kali
    (Allōhu akbar) 2 kali
    (Lā ilāha illallōh) 2 kali

    6. Islam meyakini bahwa sholat diwajibkan pada 5 waktu.

    6. Agama Syi’ah meyakini bahwa sholat diwajibkan hanya pada 3 waktu saja.

    7. Islam meyakini bahwa sholat jum’at hukumnya wajib. [QS Al Jumu’ah:9]

    7. Agama Syi’ah meyakini bahwa sholat jum’at hukumnya tidak wajib.

    8. Islam menghormati seluruh sahabat Rasulullah dan meyakini mereka orang-orang terbaik yang digelari Radhiallohu ‘Anhum oleh Allah. [QS At Taubah:100]

    8. Agama Syi’ah meyakini bahwa seluruh sahabat Rasulullah telah kafir (Murtad) kecuali Ahlul Bait (versi mereka), salman Al Farisi, Al Miqdad bin Al Aswad, Abu Dzar Al Ghifari. [Ar Raudhoh Minal Kafi Karya Al Kulaini 8/245-246]

    9. Islam meyakini bahwa Abu Bakar adalah orang terbaik dari umat ini setelah Rasulullah, kemudian setelahnya Umar bin Al Khatthab, lalu Utsman bin ‘Affan, lalu ‘Ali bin Abi Thalib.

    9. Agama Syi’ah meyakini bahwa orang terbaik setelah Rasulullah adalah Ali bin Abi Thalib, adapun Abu Bakar dan Umar bin Al Khatthab adalah dua berhala quraisy yang terlaknat. [Ajma’ul Fadha’ih karya Al Mulla Kazhim hal. 157].

    10. Islam meyakini bahwa Abu bakar adalah orang yang paling berhak menjadi khalifah sepeninggal Rasulullah.

    10. Agama Syi’ah meyakini bahwa orang yang paling berhak menjadi khalifah sepeninggal Rasulullah adalah Ali bin Abi Thalib.

    11. Islam meyakini bahwa Abu Bakar adalah khalifah pertama yang sah.

    11. Agama Syi’ah memposisikan Abu Bakar sebagai perampas kekhalifahan dari ‘Ali bin Abi Thalib

    12. Islam meyakini bahwa Mu’awiyah bin Abi Sufyan, ‘Amr bin Al ‘Ash, Abu Sufyan termasuk sahabat Rasulullah

    12. Agama Syi’ah meyakini bahwa mereka pengkhianat dan telah kafir (Murtad) dari Islam.

    Perhatian: Semua yang kami sampaikan ini bersumberkan dari kitab-kitab yang mereka jadikan rujukan dan sebagiannya dari situs resmi mereka.

    Sumber : http://haulasyiah.wordpress.com/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: