Satu Jam Saja

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik.


Sebagai orang yang tidak terlalu relijius, saya cukup dikagetkan ketika pikiran saya langsung teringat pada empat ayat pertama dalam Alkitab tersebut di atas. Kata “bumi”, “terang”, dan “gelap” rupanya yang membawa pemikiran saya ke pasal-pasal tersebut. Disebutkan di atas bahwa “Allah melihat bahwa terang itu baik.” Dan memang terang itu baik, dan kita perlukan. Di abad modern ini, kita sangat mengandalkan listrik sebagai sumber penerangan. Tanpa listrik, marilah kita kembali ke jaman batu. Selamat tinggal peradaban!🙂

Lebih kurang empat hari setelah tulisan ini dibuat, tepatnya pada tanggal 27 Maret 2010, warga dunia akan bersama-sama untuk mencoba merubah dunia dengan mematikan listrik selama satu jam (20:30-21:30).

Jika anda penduduk bumi, tentunya anda akhir-akhir ini merasakan betapa bumi kita semakin panas. “Global Warming” atau “Pemanasan Global” bukanlah nama sebuah cerita dongeng abad 21 yang tokohnya bernama Upik Abu dan Putri Salju, tetapi ini adalah kenyataan kita rasakan dari hari ke hari. Dulu, tanpa menyalakan pendingin ruangan dan kipas angin, kita sudah dapat tidur dengan nyenyak. Namun sekarang, saat listrik padam semalam suntuk, bukannya kita dan anak-anak kita tertidur, malah kita semua tergulat dengan keringat yang membanjir di tengah malam buta, sampai listrik menyala kembali.

Lalu apakah Earth Hour itu?

Earth Hour adalah gerakan lingkungan terbesar dalam sejarah yang dimulai sejak tahun 2008. Targetnya sederhana saja. Efisiensi energi. Di Indonesia, kegiatan ini dipusatkan di Jakarta dan Bali karena 68% konsumen pengguna listrik berada di pulau Jawa-Bali. * Apabila 10% penduduk Jakarta berpartisipasi dalam Earth Hour, maka Jakarta dapat menghemat konsumsi listriknya sebesar 300MWh, yakni setara dengan:

1. Mematikan 1 pembangkit listrik
2. Menghemat 267,3 ton CO2
3. Menghemat lebih dari 267 pohon (1 pohon mampu menyerap 1 ton CO2 dalam 20 tahun masa hidupnya)
4. Persediaan O2 untuk lebih dari 535 orang (1 pohon mampu memberikan O2 bagi 2 orang dalam 20 tahun masa hidupnya)
5. Apabila (300MWh = 1.080.000MJ) X Rp 200/MJ = menghemat hingga Rp 216.600.000,-

Signifikan sekali, bukan?

Oleh sebab itu, jika terang itu baik bagi anda dan saya, marilah kita menjaga bumi ini agar terus dapat “menyumbangkan” listrik kepada kita dan keturunan kita, dengan cara menghematnya mulai dari sekarang. Mulai dengan cara yang “meriah”, yaitu bersama-sama dengan penduduk dunia lainnya untuk tidak menggunakan listrik sama sekali selama satu jam saja pada hari Sabtu yang akan datang.

Sedikit memelintirkan lagu dari grup musik “ST 12″:

Satu jam saja ku telah bisa
cintai bumi, bumi, bumi
matikan listrik…

Lebay ya?😀 Tapi bukankah cinta itu memang harus “lebay”?🙂 Kita toh cinta kepada bumi ini… Yang penting, mari kita dukung gerakan internasional ini untuk kebaikan bersama🙂 Sekedar usul, mungkin selama pemadaman listrik nanti anda dan pasangan bisa mengadakan “candle light dinner” berdua. Bumi bahagia, anda berdua pun bahagia, bukan?🙂

Sebagai penutup, saya kutipkan pesan kampanye Earth Hour 2010:

Matikan Lampu pada Sabtu 27, Maret 2010, pukul 20.30 – 21.30 (waktu setempat). Kami mengharapkan jutaan orang di seluruh dunia mematikan lampunya selama 1 jam sebagai pernyataan global. Tunjukkan bahwa kamu peduli perubahan iklim. Tindakan kecil dapat membuat perubahan besar.

Tindakan kecil dapat membuat perubahan besar. Perubahan besar dimulai dari tindakan kecil. Selamat hari “Jam Bumi”. Cintai bumi kita dengan menghemat pemakaian listrik.

Salam hijau.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: