Mulutmu emang mulutmu !


“Cerai cerai, aku udah ndak kuat lagi.”..”Ok kalo itu maumu silahkan dasar perempuan xxxxxx”…Ya Tuhan terdengar lagi pertengkaran dari rumah keluarga bu Agus tetangga sebelahku, aku menutup telinga, tidak tahan mendengar. Kata kata makian yg mereka berdua saling ucap benar benar membuat telingaku merah. Hampir tiap hari selalu terdengar pertengkaran dari tetangga sebelahku ini. Padahal apa yg kurang dari mereka, rumah yg besar, suami seorang wiraswasta yg sukses, istri seorang ibu rumah tangga yg cantik dan juga telah dikaruniai anak yg ganteng dan sehat.
Met pagi bu Suster, dinas pagi ya, mau berangkat? Sendirian bu? sapa bu agus ramah. Eh ndak kok bu saya libur ini mau ke rumah teman. Rumah teman maksud mbak Ayu rumah calonnya ya. Ah bu Agus sukanya menggoda aja. Udah mbak Ayu apalagi yg ditunggu, udah punya rumah, kerja mapan usia cukup, calonnya jg mapan. Terima kasih bu ya nanti tunggu waktunya aja. Begitulah obrolan aku dg bu Agus sebenarnya dia orang yg ramah tapi aku tahu dia mudah sekali emosi. Tiba tiba, Maa aku berangkat dulu ya. pak Agus keluar dari rumah utk berangkat kerja , Eh ya pa hati hati ya, mmuuaah cipika cipiki mereka lakukan di depanku, seperti mereka sengaja lakukan kemesraan di depanku seperti tidak ada pertengkaran hebat semalam.
“Assalaimualaikum, Ayu ayu,” terdengar suara mas Budi tunanganku. “Walaikumsalam, masuk mas, kok baru datang katanya kemarin jam 8 ternyata molor sampe jam 9,” kataku sedikit jengkel karena mesti menunggu sejam. “Maaf ya sayang tadi agak macet, aku lupa kalo jam segini di sana macet, kok tumben wajahmu manyun gitu ada apa to?’..” Aku jengkel mas sama tetangga sebelah.”..”Keluaega Pak agus maksudmu, kenapa? bukankah mereka orang yg ramah.”..”Iya ramah dan aneh, masa tiap malam selalu bertengkar, saling maki, banting banting piring, dan yg paling sadis mereka saling ucap kata cerau cerai, itu kan pamali, juga udah merupakan talak tapi ko seenteng itu mereka ucapkan.”..Udahlah biar saja kalo kamu ndak mau dengar tutp aja telingamu pake headset dengerin musik ato mengaji biar mereka dengar suara lembutmu bila mengaji,” hibur mas budi,” Lagi pula ndak baik ngomongin orang, yuk kita berangkat, ibu udah nunggu, kasihan kelamaan.”
Tok tok tok tok, mbak Ayu mbak ayu, ada di rumah ndak, sore itu terdengar suara bu Agus memanggilku. Ada apa bu, mari silahkan masuk, maaf bu masih berantakan, mari bu duduk. Ah ndak usah repot repot ini mbak mau ngasih undangan khitanan, Aryo anak say mau khitan sabtu depan, datang ya mbak, ada solo organnya lho mbak, calonnya diajak ya mbak. Saya pulang dulu ya mau nyebar undangan. Ya bu silahkan, heran aku padahal baru tadi malam aku dengar mereka bertengkar lagi soal kesuitan keuangan mereka dan mas Budi tunanganku cerita kalo pak Agus berniat menjual mobilnya, katanya usahanya sedang krisis, tapi sekarang bu gus memberiku undangan khitan anak tunggal mereka. Aah sudahlah itu urusan meraka.
Acara khitan Aryo anak keluarga Agus dibilang mewah, ada solo organ dan hidangan berlimpah ruah dan acarnya berjalan lancar dan sukses. Selang beberapa bulan ketika aku ke toko dekat rumah, bu Eko tetanggaku yg lain cerita kalo keluarga agus terbelit gara gar pesta khitan anaknya ternyata pinjam uang dari bank, aahh semoga kabar ini tidak benar. Ketika aku sampai di rumah aku liat seseorang membawa mobil pak agus pergi dan kudengar pak agus berkata ini slahmu sok kaya udah tau usahaku sedang krisis malah nekat hutang. Sekarang mobil udah terjual usaha ku rugi dan bangkrut mau bayar utang pake apa? Ya Tuhan kasihan mereka.
3 bulan kemudian ketika pulang kerja aku melihat tuliasan RUMAH INI DIJUAL di depan rumah keluarga Agus dan mereka tidak kelihatan di rumah nampak kosong. “Bu Eko bu eko,” panggilku saat kuliat dia lewat depan rumahku,” Bu eko tau ke mana keluarga Agus, kok rumahnya kosong dan mau dijual?”..”Wah mbak ayu ini rumahnya sebelahan malah ndak tau sekompleks aja udah tau semua, mereka kan ndak bisa bayar utang mbak, usaha pak agus bangkrut ketipu orang mbak eh malah bu agus nekat utang buat pesta khitan kemarin, sekarang begini akibatnya. Itulah mbak kalo tiap hari bertengkar rejeki lari mbak ndak mau mampir ke rumah.”…” Lho bu eko tau kalo meraka sering bertengkar?”..” Ya tau to mbak semua juga tau tiap hari bertengkar suaranya keras lagi, udah ya mbak mau masak dulu.”
“Mas kasihan keluarga Agus ya udah ajtuh tertimpa tangga, udah pak agus bangkrut masih terbelit utang, kemarin aku ketemu bu Agus di jalan, mereka kontrak rumah dan pak agus kerja di bengkel dan nyambi jadi tukang ojek mas, bu agus jadi buruh cuci padahal dulu semua pembantu.” ceritaku ke mas budi tunanganku.” Kamu tahu pelajaran apa yang bisa kita ambil dari kejadian ini?”..” A[a mas?”..”Kita harus menjaga mulut kita karena apa yg kita ucap adalah doa kita, keluarga agus sering mengucap kata CERAI saat mereka bertengkar, mereka memang tidak cerai tapi mereka cerai dalam arti lain . Mereka cerai rejekiny, pak agus bangkrut usahany, cerai rumahnya, terjual. dan rejeki tidak akan datang ke rumah bila tiap hari diisi pertengkaran pertengkaran. Smoga kita bisa mengambil pelajaran sayang smoga keluarga kita kelak dijauhkan dari pertengkaran. Gimana sayang?”…. “Amin…. smoga.”….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: