Kekuatan Pikiran


Kekuatan
Pikiran

Alkisah suatu hari Raden Rangga, seorang pangeran Mataram
Putra Panembahan Senopati Ing Ngalogo, sedang bermain-main di suatu pinggiran
hutan. Raden Rangga dikenal sebagai seorang pangeran yang sangat sakti.
Mainannya bukanlah mainan seperti yang dilakukan kebanyakan anak muda. Sebuah
batu
besar ia main-mainkan dengan cara ditepuk-tapuk dan ditusuk-tusuk secara empuk
dengan ujung jarinya layaknya adonan kue. Sungguh luar biasa bagi orang yang
melihatnya. Dia melakukan itu bukan dengan menguatkan ujung jarinya sehingga
kuat seperti besi, tetapi batu yang dia mainkan yang menjadi lunak seperti
adonan kue.

Ketika sedang asyik bermain tersebut, tiba-tiba datanglah
Ki Juru Martani, yang masih terhitung kakeknya, menegur Raden Rangga,” Hai,
jangan main-main dengan batu itu. Batu itu keras, nanti tanganmu sakit!”

Aneh, begitu mendengar kata-kata Ki Juru Martani tersebut
tiba-tiba batu mainan Raden Rangga menjadi keras dan Raden Rangga pun menjerit
kesakitan begitu jari-jari tangannya menusuk batu itu. Raden Rangga pun merasa
gusar kepada Ki Juru Martani.

**

Sewaktu muda Sunan Kalijaga pernah menjadi perampok ala
Robin Hood dengan nama Begal Lokajaya. Dia melihat banyak kehidupan yang
timpang antara rakyat jelata yang miskin dengan para pejabat kerajaan, baik
Kerajaan Demak yang baru berdiri maupun Kerajaan Majapahit yang hampir runtuh.
Oleh karena itu sasaran rampoknya adalah para bangsawan rakus, dan hasil
rampokannya dibagikan kepada rakyat miskin.

Suatu ketika Lokajaya mencegat seorang musafir yang
sedang lewat. Dalam penglihatan Lokajaya musafir tersebut membawa sebilah
tongkat emas. Dirampoklah dia untuk diminta tongkat emasnya.

Sang musafir yang kemudian dikenal sebagai Sunan Bonang
dengan tenang berkata,” Anak muda, kalau kau menginginkan emas, lihatlah buah
kolang-kaling dipohon itu.” Sambil menunjuk ke arah pohon kolang-kaling dengan
tongkatnya beliau berkata lagi,” kolang-kaling itu emas semua. Ambillah!”

Lokajaya pun takjub demi melihat bertandan-tandan
kolang-kaling berubah menjadi emas berkilauan. Dia pun bergegas untuk memanjat
dan
memetik kolang-kaling emas itu.

**
Dua kisah di atas adalah cerita rakyat dari mulut ke
mulut di kalangan masyarakat Jawa. Sebagian menganggap itu hal tidak masuk akal
dan hanya mitos, namun sebagian yang lain percaya itu betul-betul terjadi dan
menjadi bagian dari sejarah masa lalu negeri ini.

Sekarang saya ceritakan kisah nyata yang saya alami
sendiri di abad modern ini.

Pada sekitar akhir 2003 saya diajak seorang teman untuk
mengikuti training semacam Reiki, sebuah training yang tujuannya untuk
membangkitkan
kekuatan pikiran dan alam bawah sadar kita. Awalnya saya tidak begitu berminat,
namun karena nggak enak dengan teman yang ngajak itu, dan gratis lagi, saya pun
ikut juga.

Dalam training sehari tersebut sama sekali tidak ada
ajaran dan kegiatan magic ataupun latihan pernapasan tenaga dalam. Kami hanya
diajarkan untuk bisa konsentrasi dan fokus pada apa yang kita inginkan.

Satu hal yang membuat saya takjub adalah pada saat demo
untuk menunjukkan sebarapa hebat kekuatan pikiran kita sesungguhnya. Kami
masing-masing peserta diberi kesempatan untuk mematahkan sebatang besi cor yang
biasa digunakan untuk pagar halaman dengan memukul menggunakan segulung kertas
koran. Setelah diberi instruksi dan arahan agar konsentrasi dan pikiran fokus
untuk bisa mematahkan besi tersebut, masing-masing dari kami mencoba satu per
satu. Hebatnya, hampir tiap peserta berhasil mematahkan besi tersebut dengan
mudah. Termasuk saya sendiri, meskipun yang pertama gagal, namun pada
pengulangan yang ke dua berhasil mematahkan batang besi sebesar linggis itu
dengan mudah.

Sungguh saya merasa takjub dan aneh sekali. Dan
sebenarnya ada banyak lagi demo lain yang jika dinalar dengan akal sehat
manusia biasa tidak masuk akal. Atau mungkin akal kita yang sebenarnya nggak
masuk?

Dijelaskan bahwa sebenarnya alam bawah sadar kita, dimana
ketika itu yang bekerja dalam otak kita adalah gelombang alfa, sebenarnya
mengandung kekuatan yang sangat dasyat. Bisa melakukan apa saja. Dan untuk
membangkitkan kekuatan bawah sadar itu kita haruslah fokus dan yakin pada
tujuan kita.

Meskipun heran dan takjub, namun seiring dengan
berjalannya waktu saya pun melupakan kejadian itu.

**

Beberapa waktu yang lalu saya di sms seorang teman yang
menceritakan sebuah buku berjudul The Secret. Karena dia terus menerus sms
dengan gaya promosi yang luar biasa, akhirnya saya pun membeli dan membaca buku
tersebut.

Luar biasa. Dari buku tersebut saya pun mulai mendapatkan
gambaran bagaimana sebenarnya proses kejadian ajaib yang saya alami ketika
mematahkan
besi dengan segulungan kertas koran dulu. Juga kejadian-kejadian aneh pada
Raden Rangga dan

Lokajaya yang sempat dianggap tidak masuk akal.

Dari buku tersebut saya mengerti bahwa semua itu adalah
hasil dari kekuatan pikiran. Ketika pikiran kita betul-betul fokus dan kita
yakin, maka apa yang kita pikirkan itu akan menjadi kenyataan. Apapun itu.
Karena ketika kita fokus dan yakin, kekuatan semesta akan bergerak mendukung.

Raden Rangga yang tadinya bisa fokus menganggap batu
sebagai adonan roti tiba-tiba buyar pikirannya oleh ucapan Ki Juru Martani
sehingga batu menjadi keras kembali. Bukan karena Ki Juru Martani yang lebih
hebat, tetapi karena Rangga yang memang kemudian terpengaruh oleh ucapan Juru
Martani bahwa batu itu keras sehingga itu mengembalikan logika berpikir dia
bahwa di mana-mana yang namanya batu itu ya keras, dan menghilangkan keyakinan
dia bahwa sesuatu yang keras pun bisa dilunakkan dengan pikiran kita.

Begitu pun dengan Lokajaya. Kekuatan pikiran dan
keyakinan Sunan Bonang mampu mengubah buah kolang kaling menjadi emas dalam
sekejap. Namun ketika ditinggal pergi, logika Lokajaya kembali bekerja bahwa
tidak mungkin buah-buahan menjadi emas. Karena pikirannya tidak mempercayai,
akhirnya buah kolang-kaling emas itu pun kembali menjadi buah biasa. Itu semua
adalah hasil dari kekuatan pikiran mereka.

Pada zaman dahulu, orang-orang perlu bertapa selama kurun
waktu yang lama untuk bisa menjadi “sakti”. Mengapa perlu bertapa? Karena pada
saat itu ya itulah cara yang diyakini bisa membangkitkan kekuatan bawah sadar,
dan cara untuk memfokuskan pikiran dan keyakinan kita sampai akhirnya mencapai
tahap “sakti” dan bisa melakukan hal-hal ajaib yang sulit diterima nalar.
Mereka tidak tahu bahwa ada cara yang lebih efektif untuk bisa melakukan semua
itu, yaitu tinggal percaya dan yakin saja. Nha, pada zaman dulu itu untuk bisa
yakin dan percaya orang perlu bertapa atau melakukan ritual-ritual tertentu
sehingga mereka betul-betul yakin dan percaya diri. Hasilnya pun tergantung
seberapa kuat kepercayaan dan keyakinan setiap individu akan “bisa mewujud”-nya
impian mereka.

Di zaman modern karena orang semakin tahu ilmunya, tidak
perlu bertapa pun asalkan bisa memfokuskan pikiran dan keinginan, maka hal-hal
ajaib pun bisa diwujudkan. Keajaiban bukanlah monopoli masa lalu atau zaman
dongeng.

Ada beberapa orang yang secara bawaan memang gampang
untuk memfokuskan pikiran dan keyakinan, bahkan tanpa mereka sendiri sadari
bahwa mereka telah fokus. Sehingga ada orang-orang yang dengan mudah melakukan
hal-hal luar biasa yang sulit atau bahkan tidak mungkin dilakukan orang lain
karena secara bawaan dia dibekali kemampuan untuk fokus dengan keinginannya,
dan kecerdasan untuk menerima daya kerja bawah sadar yang kadang tanpa mereka
sadari.

Ada juga sebagian orang yang perlu pelatihan untuk bisa
mengerti dan mempraktekkan ilmu fokus itu. Dalam mencapai tahap yakin akan
kekuatan keinginan (baca: impian) ini ada sebagian yang bisa dibangkitkan hanya
dengan cara diberi tahu rahasianya atau melalui beberapa pelatihan saja. Tapi
ada juga yang perlu melakukan ritual-ritual tertentu seperti manusia masa
lampau. Semua itu tergantung “kecerdasan spiritual” setiap individu.

Di zaman sekarang, kekuatan ajaib seperti Raden Rangga
tidaklah begitu diperlukan dan keajaiban mengubah kolang-kaling menjadi emas
secara sim salabim juga sulit dilakukan. Kenapa? Karena manusia zaman sekarang
terbiasa berpikir dengan logika. Mereka tidak bisa menginginkan dan tidak bisa
yakin bahwa batu bisa menjadi lunak selunak adonan kue dan kolang kaling bisa
menjadi emas karena logika kita justru meyakini itu tidak mungkin. Semakin
tidak masuk akal keajaiban yang kita inginkan, logika kita menolak semakin
kuat. Bahkan secara tidak kita sadari pun logika kita bisa tetap bekerja,
karena sejak kecil memang kita sudah diajari untuk menggunakan logika dari pada
kekuatan pikiran. Akhirnya meskipun kadang kita menghayalkan suatu keajaiban
namun secara logika tidak mempercayai ya akhirnya itu tidak bisa terwujud.

Dalam dunia yang lebih relevan dengan kebutuhan sekarang kekuatan
pikiran itu tetap bisa kita gunakan untuk mencapai semua dream kita. Dalam
dunia bisnis dan dunia kompetisi lainnya, misalnya olah raga, ini tetap berlaku
sama.. Harus fokus, percaya dan yakin. Karena kebiasaan kita berpikir dengan
logika, maka dalam menginginkan sesuatu pun biasanya kita lebih bisa percaya
semua bekerja sesuai batas logika kita. Akhirnya meskipun kita fokus pada dream
kita, karena secara tidak sadar kita membatasi kejadiannya sesuai logika kita
dan bukan ajaib sim salabim dalam sekejap, maka keyakinan kita pun bisa mewujud
tetapi tetap dalam kerangka logika kita. Misalnya Anda menginginkan sebuah vila
mewah di sebuah bukit yang indah. Karena Anda pasti tidak percaya bahwa vila
mewah itu bisa terwujud dengan cara abrakadabra dalam sekejap melainkan melalui
proses tertentu, akhirnya yang terjadi pun demikian. Anda perlu membangun
bisnis dulu, bekerja keras, mengumpulkan hasil baru kemudian membangun vila di
atas bukit dan impian Anda pun menjadi kenyataan yang artinya pikiran Anda telah
mewujud.

Ada banyak sekali contoh orang modern yang “sakti”, yang
berkat keyakinannya bisa mewujudkan impian mereka walaupun sebelumnya tampak
mustahil, yang bekerja dengan mengikuti pola logika mereka dan logika kita
sekarang. Sebut saja Wright bersaudara yang sukses mewujudkan impian mereka
untuk membuat pesawat terbang, padahal keyakinan umum orang waktu itu tidak
mungkin ada benda yang lebih berat dari burung bisa terbang. Thomas Alva Edison
yang walaupun ratusan kali gagal, namun karena dia tetap yakin bahwa dia bisa
menemukan lampu pijar akhirnya betul-betul bisa menemukan lampu pijar. Kolonel
Sander yang yakin ayam gorengnya akan laku keras meskipun ditolak ribuan kali,
tetapi karena dia sangat yakin akhirnya terwujudlah Restoran Cepat Saji KFC yang
sekarang tersebar di seluruh dunia. Masih banyak lagi contoh orang-orang yang
sukses berkat keyakinan yang kuat, yang tidak peduli dengan suara dari luar
hingga bisa mewujudkan semua impian mereka. Ada pun orang-orang yang lebih
percaya mendengar orang lain yang mementahkan impian mereka, mereka pun akan
gagal di tengah jalan, seperti Raden Rangga yang buyar pikirannya karena
mendengar perkataan Ki Juru Martani.

Itulah sesungguhnya kekuatan pikiran kita. Pikiran kita
bisa mewujud menjadi apa saja. Jadi kalo Anda mempunyai impian, yakinlah bahwa
impian Anda pasti bisa terwujud, cepat atau lambat. Kalau Anda membangun
bisnis, yakinlah bahwa Anda pasti bisa mewujudkan bisnis seperti yang Anda
inginkan. Jangan hiraukan logika Anda bahwa ini tidak mungkin itu tidak masuk
akal dan sebagainya. Tetaplah fokus dan yakin, maka Tuhan dengan melalui system
yang paling canggih di alam semesta ini akan membukakan jalan sesuai logika
Anda dan mewujudkan keinginan Anda. Anda tidak perlu lagi bertapa, cukup yakin
dan percaya saja pada impian Anda. Dan sungguh menggembirakan semua orang,
karena untuk yakin dan percaya tidak perlu bayar alias gratis. Namun ada kabar
buruknya, bagi orang-orang yang terbiasa menghitung dengan logika, akan lebih
sulit untuk bisa yakin bahwa hanya dengan kekuatan pikirannya bisa mewujudkan
keajaiban. Tapi pada prinsipnya karena untuk yakin dan percaya tidak perlu
mengambil ke mana-mana, artinya pada dasarnya semua orang bisa. Artinya semua
orang juga bisa sukses.

Terus kenapa tidak semua orang bisa mewujudkan keinginan
mereka padahal mereka tahu akan kekuatan impian? Jawabannya karena logika atau
pikiran mereka sendirilah yang mementahkan atau menghalangi keyakinan akan
terwujudnya impian mereka. Mereka justru disibukkan dengan otak atik logika
mereka
: bagaimana ini mungkin, bagamana orang seperti saya bisa, bagaimana itu bisa
terwujud, tidak masuk akal dan sebagainya.

Karena itu tetaplah percaya dan yakin, impian Anda akan
terwujud, bukan dengan sim salabim tapi mewujud sesuai dengan logika yang bisa
Anda pahami.

Satu hal yang sengat penting, karena dengan keyakinan
pikiran kita bisa mewujud menjadi apa saja sesuai pikiran yang tertanam sampai
alam bawah sadar kita, tidak peduli itu pikiran negatif atau positif. Hal
negatif yang kita pikirkan terus menerus sampai merasuk sel-sel tubuh kita akan
mewujud menjadi kenyataan dalam hidup kita, meskipun itu ditujukan pada orang
lain. Karena itu jika kita menginginkan hal-hal positif yang terjadi dalam
hidup kita, selalulah berpikir positif, untuk diri sendiri dan untuk orang lain.
Anda akan menerima kebaikannya.

Selalu ada sisi baik dari setiap hal.
Fokuslah pada hal-hal baik itu jika ingin hidup berkelimpahan dengan kebaikan.
Berpikir positif merupakan sumber segala kebaikan.

http://www.montecarlo-group.com/
http://komid.net/forums/index.php?referrerid=56

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: