Memaknai Arti Tahun Baru


Ketika aku mengucapkan “Selamat Tahun Baru” kepada seorang temanku, ia berkata “Apa sih makna tahun baru? Apa bedanya tahun baru dengan hari-hari biasa?”
Tahun baru, kenapa harus ada tahun baru?
Kalau ga ada tahun baru, trus setelah bulan Desember bulan apa coba?
Tahun baru, harus ada. Setidaknya sebagai penanda bahwa kita telah melewati masa satu tahun. Bisa juga sebagai penghitung berapa usia kita saat ini. Misal usia kita 20 tahun, itu berarti kita telah 20 kali mengelilingi matahari, gratis lagi.
“Maka nikmat tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?”

jadi tidak ada salahnya kita renungi syair Muhasabah cinta berikut ini :

Wahai… Pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dariMu
Kupasrahkan semua padaMu

Tuhan… Baru ku sadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini kuharapkan cintaMu

Reff. :
Kata-kata cinta terucap indah
Mengalun berzikir di kidung doaku
Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya ilahi….
Muhasabah cintaku…

Tuhan… Kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku denganMu

Nah dengan ini Banyak cara dan ragam orang memaknai, menyikapi dan merayakan tahun baru, Ada yang senang dengan ramal-meramal, pesta kembang api, jalan-jalan, muhasabah dan dzikir di mesjid-mesjid besar, puasa, jalan-jalan keluar kota bersama teman atau keluarga dan masih banyak lainnya.

Semua itu baru langkah awal di permulaan tahun. Yang penting sebenarnya adalah bagaimana kita mengisi hari-hari ke depan di tahun yang akan kita lalui ini. Biasanya kita membuat target-target yang harus kita capai dalam tahun ini. Agak berbeda sedikit, saya dapat oleh-oleh pencerahan yang mungkin berguna untuk anda.

Apa oleh-olehnya? Oleh-oleh ini saya dapatkan dari guru saya, Ibu Nani Handayani salah seorang wanita aktif yang saya teladani. Beliau menjelaskan begini,

Tahun Baru diartikan sebagai Hijrah. Hijrah yang kita lakukan bukan pindah dari Mekah ke Madinah seperti yang dilakukan Rasul dulu. Tapi makna dan pelajaran dari Hijrah Rasul tersebut sangat dalam. Makna Hijrah adalah pindah bergerak, bergeser, berubah, dan berjuang. Yang mana semua itu menggunakan strategi. Rasul hijrah menggunakan banyak strategi agar tidak dibunuh oleh musuhnya dan selamat sampai di tujuan. (Menurut saya makna hijrah tidak hanya berlaku di kalangan muslim saja, tapi bisa berlaku juga secara universal)

Bergerak, berubah merupakan suatu keniscayaan, sunnatullah. Dengan berubah timbul harapan. Kita yang hidup di zaman yang semakin keras kini, hendaknya memaknai tahun baru juga dengan bijaksana, tidak hanya sebatas hura-hura. Maknai tahun baru yang akan kita lalui dengan Perubahan. Jadi, tahun baru kita lewati dengan cara :

1.Perubahan, pindah dari kegelapan menuju cahaya. Agak dalam dan sulit menguraikan makna yang satu ini. Tiap-tiap pribadi kita dapat menterjemahkannya sendiri-sendiri. Mana sisi yang gelap dalam kehidupan kita masing-masing.
2. Berubah dari tidak tahu menjadi tahu. Ini memerlukan proses yaitu mencari, bertanya dan belajar dari orang yang kita anggap tahu. Setelah itu diri kita yang menjadi filternya. Jika menurut kita manfaat tentu kita serap, jika tidak buang saja.
3.Berubah dari malas menjadi rajin. Mudah mengatakannya tetapi butuh keseriusan dalam pelaksanaannya. Misalnya, dari yang malas bangun pagi, malas belajar, malas kerja, malas posting dan malas-malas lainnya harus berubah jadi rajin bangun pagi, belajar, kerja, posting dll.
4.Berubah dari tidak sempat menjadi sempat. Ini juga perlu pakai usaha keras. Karena merasa sedang sibuk, kita sering tidak sempat mengunjungi keluarga (orang tua, saudara), tidak sempat ibadah, tidak sempat menambah ilmu untuk bekal pulang ke alam baka, tidak sempat menyapa dan mengunjungi teman sesama blogger, tidak sempat membenahi bisnis kita dan tidak sempat lainnya. Tidak sempat harus diubah menjadi sempat yang positif dengan mengatur waktu sebaik-baiknya.
5.Berubah dari negatif thinking menjadi positif thinking. Hal ini sudah sering dibahas dalam banyak kesempatan oleh para ulama, motivator, guru, media juga keluarga dan teman-teman kita.

Apakah kita hanya sekedar berubah? Tentu tidak ya…tetap ada cara dan aturan yang baik dan benar untuk bisa berubah ke arah yang lebih baik. Insya Allah akan saya tulis lanjutannya.

Eits, tapi ada juga yang tidak boleh berubah lho…yaitu,

* Cinta pada Allah, Tuhan Sang Pencipta dan Raja Alam Semesta.
* Cinta pada keluarga (jangan coba-coba selingkuh deh…, walaupun cuma selingkuh hati).
*Kebiasaan positif yang sudah rutin dilakukan. Hal-hal positif dalam diri kita yang sudah baik dan biasa kita kerjakan, tetap harus dijaga jangan sampai berubah menjadi buruk.

Bagi saya, semua makna itu, pindah bergerak, bergeser, berubah dan berjuang dapat kita aplikasikan dalam kehidupan kita termasuk dalam membangun binis online yang sedang kita tekuni.

Wallahua’lam bissawab…

3 Tanggapan to “Memaknai Arti Tahun Baru”

  1. ayu amelia Says:

    keren…
    seharusnya qta menangisi dan menyesali keburukan yang telah kita lakukan satu tahun kebelakang dan memohon ampunan pada Nya..bukan malah merayakan keburukan yang akan kita lakukan satu tahun kedepan… ^_^

  2. Agus Purwoko Says:

    Selamat jalan bapak bangsa! Selamat jalan Gus Dur

    Kita doakan. Semoga amalnya diterima dan dosa-dosanya diampuni Allah swt. Amin….

  3. Dina Says:

    Bagus baget artikelnya, oh iya ijin copas ya, makasih ^_^


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: