Cinta Adam memadam diam


Ketika Adam singgah didamainya khayalanku
Bulan membiru lambangkan rinduku yang menghimpit
Terbuai mimpi-mimpi mengulum tiap malamku
Melenggang anganku tak pernah terhenti menari
Hasrat menembus dinding mimpi kealam nyata

Tercipta kata-kata menjanjikan masa depan
Seia mengiringi langkah asmara menuju cita
Tertunda asaku bertabur keraguan dan kepastian
Disaat aku tertembus oleh ganasnya racun cinta
Bahagia singgah disetiap bilik hatiku yang kujaga

Ketika Adam memadam diam dalam ruang cintanya
Kupanggil namanya namun tersia-sia, dia kini menjauh
Tatkala kata-kata tajam melukai hatinya yang tulus
Pintu pengampunan bagiku telah terkunci rantai luka
Disini aku menyesal ingin menghapus lontaran kasar itu

Ketika adam membunuh cintanya dalam terluka hati
Disini aku gundah gulana berharap untuk termaafkan
Segala karma yang akan datang menemuiku
Dimanapun aku pijakkan tapak kaki ini
Cinta alamiku untuknya tak akan terbunuhkan

Nenen Gunadi
Edmonton, AB, Canada
06 Sep 08, 22:37

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: