Apa yang menyebabkan seseorang berbohong?


Sudah pasti, berbohong untuk menyelamatkan muka atau berdusta yang dapat membuat 'orang berbuat hal-hal jahat dengan hati nurani jernih' patut disayangkan. Apabila masalah hanya menyangkut satu orang, maka pantas diharapkan oleh semua orang bahwa kebenaran akan diungkapkan, dan ada alasan untuk berharap bahwa kebenaran akan diungkapkan, dan ada alasan untuk berharap bahwa yang menceriterakan akan mendapatkan akibat-akibat dari pengungkapannya. Menahan kebenaran dapat mempunyai akibat mencelakakan sebagai pemutarbalikan yang disengaja."

(Christopher Glesson, SJ, Menciptakan Keseimbangan, Mengajarkan Nilai-nilai dan Kebebasan, (terj. Willie Koen), Jakarta, Gramedia, 1997, hlm.120)
Uraian :
Kebohongan merupakan suatu cara manusia melakukan sebuah pengelakan dari akan sebuah realita untuk diberitahukan kepada pihak-pihak tertentu yang dapat berupa pemutarbalikan fakta atau pengarahan ke arah yang salah dari yang sebenarnya. Apa yang menyebabkan seseorang berbohong? Dan mengapa ia harus pula melakukannya? Jangan lupakan bahwa tindak kebohongan merupakan pengkhianatan terhadap sebuah kepercayaan dan merupakan salah satu bentuk dari pembunuhan hati nurani kita sebagai makhluk berakal budi.
Kebohongan atau ketidakjujuran dapat meliputi membohongi diri sendiri, membohongi orang lain, atau ‘berusaha’ membohongi Tuhan. Dan selama itu dalam konteks tersebut, segala tindakan itu tak dapat dibenarkan apapun alasannya.
Lalu bagaimana cara kita menghadapi sebuah realita yang tak mengenakkan? Semua itu hanyalah masalah proses. Proses bagaimana kita harus memberikan informasi, dan kadar informasi yang perlu kita berikan. Kita pun dapat menolak jika kita merasa dipaksa untuk memberikan informasi yang bersifat pribadi secara halus. Jika kita memang bersih, mengapa haru risih saat mengatakan hal yang sebenarnya.
Dan mengapa kita masih merasa perlu berbohong pula? Mungkin oleh karena kita sebagai manusia telah dicemari oleh gaya hidup yang selama ini mewarnai pola perilaku kita sehari-harinya yang banyak mengutamakan 'keselamatan' diri akan kitidakberdayaan kita tentang realita yang sebenarnya. Ada sebagian orang yang melakukan kebohongan dan berpendapat bahwa ia melakukan kebohongan tersebut demi sebuah kebaikan, tapi apakah memang benar seperti itu? ataukah itu hanya dilakukan demi kepentingan dirinya atau untuk menyelamatkan diri sendiri? Perbedaannya sangatlah tipis & cenderung untuk berubah arah.
Banyak yang menganggap berbohong demi kebaikan tidaklah salah, namun jangan lupa bahwa kebohongan merupakan suatu 'penyakit kronis' yang mengakar dalam diri manusia setiap ia melakukannya. Dan dengan begitu, kebiasaan berbohong itu dapat dilakukan secara terus menerus dan tertumpuk-tumpuk hingga berubah menjadi kebohongan yang nyata arahnya merugikan yang lain bahkan sampai tak lagi ia merasa telah berbohong.
Berbohong akan membuahkan ketidakpercayaan dari tiap insan disekitar kita. Bahkan bagi yang berbohong akan mencurigai orang lain akan berbohong kepadanya dalam sebuah kasus yang sama ketika ia pun berbohong. Ketidakpercayaan itu akan membuat kegelisahan kita untuk memperoleh kenyataan yang sebenarnya. Dan itu tidak menyenangkan tentunya.
Kepercayaan sangat mahal harganya, sedangkan kebohongan tak berharga sama sekali.
Sebagai manusia beriman, tentunya kita ingin dipercaya oleh Tuhan bukan? Dipercaya untuk diberikan hal-hal menakjubkan yang tak kita duga seperti misalnya dipercaya untuk memperoleh rezeki yang melimpah dan dipercaya untuk berada di sampingnya sebagai anaknya yang jujur dan dapat dipercayainya. Oleh karena itulah, dengan berusaha mengurangi kebiasaan berbohong dalam kadar bagaimanapun hingga bahkan menghilangkannya dari pola perilaku kita sehari-hari.

BOHONG LAGI !!!

Berbohong adalah bagian tak terpisahkan dari hidup kita, dengan mudahnya kita berbohong setiap hari untuk hal yang tidak penting sekalipun. Untuk membujuk anak supaya makan, untuk mencegah anak bermain jauh-jauh dan sebagainya, tanpa disadari kita telah mencontohkan anak supaya berbohong, dan ingat anak adalah cermin kita, segala perilakunya adalah refleksi perilaku kita

Jika sudah tahu demikian mengapa kita jengkel jika anak kita berbohong? untuk memperbaiki itu marilah kita hentikan kebiasaan kita berbohong. Jika anak kita terlanjur suka berbohong berikut ini beberapa hal tentang bohong yang perlu kita ketahui.

Anak kecil berbohong untuk alasan yang berbeda, dan itu adalah bagian dari perkembangan,hampir semua anak berbohong. Kelakuan ini suatu saat akan terasa menjengkelkan bagi orang tua. Banyak orang tua bertanya-tanya bagaimana cara menangani anak yang suka berbohong, yang perlu kita ketahui adalah bohong harus diatasi dengan cara yang berbeda tergantung dari usia anak dan situasi yang terjadi. Di bawah ini beberapa keterangan yang bisa menolong kita menentukan apakah suatu kebohongan harus dihukum atau tidak.
Usia Pra-Sekolah, anak seusia ini sudah mengenal kebohongan, tapi mereka belum mengetahui bahwa bohong itu salah dan tidak baik , jadi jika di usia ini anak berbohong tidak selayaknya dihukum. Anak pra sekolah biasanya berbohong tentang menceritakan sesuatu yang tidak nyata atau melebih-lebihkan sesuatu dan yang kedua berbohong untuk mendapatkan yang mereka mau atau menolak sesuatu, misalnya bilang kenyang ketika makan baru satu suapan. Walaupun belum boleh dihukum tapi di usia ini lebih baik jika mulai meletakan dasar-dasar pengertian bahwa berbohong itu salah dan kita bilang sangat senang bilang anak berkata jujur

Di Usia awal sekolah 5 – 8 Tahun, anak di usia ini sudah mengerti konsep bahwa berbohong itu salah , di usia ini orang tua harus mendisiplinkan jika anak berbohong, berbohong di usia ini adalah hal yang biasa dan biasanya alasannya

* Untuk menghindari Hukuman,
* Untuk membuat orang lain kagum
* Untuk meningkatkan kepercayaan diri
* Untuk mendapatkan hal yang dia mau.
* Untuk melindungi teman atau saudara, anak usia ini sudah tahu konsep solidaritas
* Karena mendengar orang tua dan orang dewasa lain berbohong dan belajar dari pengalaman itu.

Bagaimana mengetahui ketika anak berbohong
Ada beberapa petunjuk yang bisa dilihat orang tua ketika anaknya berbohong, di antaranya :

* Ekspresi wajah, ketika anak tidak berbohong , mukanya terlihat santai dan tenang, ketika berbohong wajahnya terlihat tegang dan tidak rileks.
* Kejelasan pernyataan, orang tua harus mendengar dengan seksama apakah ada ketidakkonsistenan, apakah pernyataannya masuk akal, dan apakah terdengar jujur.
* Spontanitas, ketika anak tidak berbohong jawaban yang diberikan spontan, ketika berbohong jawaban seperti sudah dilatih.

Apa yang bisa kita lakukan Jika anak berbohong

* Jelaskan bahwa bercerita jujur itu membuat orang lain memberi kepercayaan kepada kita, cerita yang paling cocok ialah cerita anak penggembala kambing dan serigala (tahu kan?)
* Beri teladan jangan bohong, seperti di catatan dahulu, anak belajar dari orang tuanya, orang tua yang berbohong kepada anaknya atau berbohong kepada orang lain di depan anaknya artinya sedang mengajarkan anaknya berbohong.
* Anak yang berbohong mesti diberi hukuman , dengan hukuman yang disepakati bersama seperti mencabut jatah jajan atau mengurangi waktu nonton kartun, hukuman untuk anak yang bersalah tetapi mengaku salah harus lebih ringan dari anak yang bersalah tetapi tidak mengaku unutk memberi apresiasi pada kejujurannya. Hukuman tidak boleh terlalu sering atau terlalu berat sehingga ini ketakutan akan hukuman ini menjadi alasan baru untuk berbohong.
* Pastikan anak tidak diberi penghargaan karena berbohong, jika anak berbohong unutuk mendapatkan sesuatu pastikan dia tidak mendapatkannya.
* jika kita sudah tahu faktanya jangan memaksa membuat pengakuan dari anak kita bukan polisi yang memerlukan pengakuan sebagai alat nukti, karena itu akan dia berbohong semakin parah dan jangan membuat anak merasa menjadi orang yang jahat karena berbohong, cukup menjelaskan bahwa mereka di hukum karena perbuatannya bukan karena siapa dia.
* Cari tahu kenapa mereka berbohong dan mencari penyelesaiannya , cari tahu apakah ada pola tertentu contoh jika anak berbohong untuk meningkatkan rasa percaya dirinya, kita harus mencari jalan lain untuk meningkatkan rasa percaya dirinya dengan tidak berbohong.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: