KENAPA KUDU MENJADI PNS ?


Alhamdulillah….Segala Puji hanya teruntuk Allah saja, Dzat penggenggam setiap yang hidup dan kelak yang akan mematikannya juga. Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Baginda Rasulullah SAW beserta keluarga, sahabat dan pengikut setianya yang senantiasa mengamalkan sunnah-sunnah beliau hingga datang yaumil akhir.

Subhanallah…..hati saya tergelitik dengan sebuah status teman di facebook yang mengatakan bahwa “Kenapa sih orang-orang pingin jadi PNS ?” sentak otak saya kemudian memerintahkan jari-jemari ini untuk sedikit menuangkannya dalam bentuk tulisan agar tidak menjadi `borok` di otak.

Mulai dari mana ya ??

Oke, mulai dari hal-hal yang sama dulu. Terus terang dan insya Allah kedepan hidayah ini akan masih terang terus, 5 tahun yang lalu, ketika masih semangat-semangatnya jd mahasiswa, masih berkobar-kobarnya gelora idealisme “mahasiswa pergerakan” sering melihat fenomena aktivitas PNS adalah sesuatu kegiatan yang sia-sia. Betapa tidak, masuk kerja jam 07.00 baru datang jam 07.30, abis itu absen trus “ongkang-ongkang sikil” (=nyantai) sambil mbaca Koran, itu kalo` yang tua-tua. Nha, yang muda-muda malah mainan game di komputer, yang heboh lagi setingkat dinas Pendidikan Propinsi di kota _ _ G _ _, PNSnya malah ada yang lakuin kemaksiatan (Astaghfirullah…). Fenomena ini saya dapatkan ketika bergabung di Proyek Dinas Pendidikan Propinsi mengenai Redaksi Scientific Journal tahun 2005 silam. Lain lagi kejadian yang ada di tipi-tipi yang mengabarkan kalau banyak kasus perselingkuhan terjadi di kalangan pejabat birokrasi, baik legislatif, yudikatif maupun eksekutif. Hal tersebut yang menuntup pintu hati saya untuk menjadi seorang PNS.

Tapi lain lagi ceritanya saat judul diatas kita kaitkan dengan aktivitas dakwah yang akan berujung pada kemenangan daulah (lihat tujuan tarbiyah nomor 7). Apalagi jika kita kontekskan dengan system pemerintahan yang ada di Indonesia ini, yang memang jelas-jelas melalui aktivitas birokrasi yang kadang-kadang njlimet, rumit, sulit dan uang dikit-dikit.

Pertanyaannya adalah Apakah dakwah bisa masuk keranah birokrasi ???

Jawabannya Of Course Yes ! Bukankah Islam ini perlu kita dakwahkan ke segala penjuru kehidupan bahkan seluruh aspek kehidupan sebagai konsekuensi Islam yang Kaffah, nek perlu IPolEk SosBud HanKam kita islamisasi (……welah malah pelajaran PPKn) Yes, kebobrokan mental PNS yang ada sekarang ini kudu segera diobati dengan dakwah, dakwah yang dilakukan oleh para pengembannya, siapa lagi kalau bukan kita ?? Kita, yang sudah tersibghoh dengan sibghotalloh.
Masih teringat catatan saya saat kejadian bapak dan ibu kecelakaan 1 tahun yang lalu ? disitu saya menemukan fenomena perawat PNS (kerja di RSUD) yang bermental PNS-PNSan. Coba kita pikirkan, lha wong sudah pekerjaannya me-rontgen kepala pasien dan karena pekerjaannya itu blio mendapatkan gaji dari dana APBD kok protes, “walah wis teko meneh pasien-ne, kepala meneh” selain itu penanganannya sangat super lambat dan penuh dengan nuansa birokrasi, sehingga waktu itu menuntut saya untuk tak pindah ke RS Bethesda (rumah sakitnya org kristiani tp byk org muslim kerja disana), bukan maksud hati untuk membanding-bandingkan tapi ini adalah sebuah kenyataan. Slogan dari RS Bethesda nek gak salah adalah Tolong Dulu, Urusan Duit Belakangan. Dan luar biasa sedikit terlambat saja penanganan, darah di kepala ibu saya pun menyebar ke seluruh otak dan bisa menyebabkan hal-hal diluar dugaan (wah…wah…lebai..) Sedikit lagi ya….ada satu pasien yang seruang dengan ibu di IMC juga mempunyai nasib yang sama seperti ibu saya, cuma bedanya pasien ini sudah kasep sehingga darahnya sudah mengental di otaknya sehingga tidak tepat dilakukan tindakan operasi. Dan mirisnya gara-gara berasal dari rumah sakit pemerintah daerah juga di Kulonprogo.

Saya pikir, PR terbesar umat Islam di Republik ini adalah memperbaiki jalur birokrasi dan sistem pemerintahan Indonesia. Baik itu melalui jalur legislatif, yudikatif maupun eksekutif. Caranya piye : ya jadi PNS sesuai bidang spesifikasinya maupun jadi anggota dewan dari partai politik. Maaf, mungkin untuk segolongan teman2 kita kurang sepakat dengan alternatif yang kedua untuk terjun ke politik. Saya gak ingin berpanjang lebar masalah politik (mungkin di pembahasan luar forum aja ya, kan sekarang forumnya baru PNS…:>)

Apakah hanya menjadi PNS saja sudah cukup. Saya mengatakan BELUM, menjadi PNS yang on MISSION alias punya misi untuk memperbaiki birokrasi. Hal ini bisa dibangun melalui kesadaran kita akan permasalahan yang ada di dunia kePNSan dan kita harus punya bekal. Bukankah sebaik-baik bekal adalah bekal ketaqwaan seperti dalam sebuah doa ketika berhasil menghatamkan al qur`an, yaitu :

“Ya Allah kami mohon kepadaMu petunjuk, ketaqwaan dan sikap iffah (menjaga diri dari sikap meminta-minta) serta kekayaan”

Nek belum punya bekal TAQWA itu janganlah berantusias menjadi PNS sebagaimana muwashofat kita untuk tidak berantusias menjadi PNS. Artinya syarat utamanya perlu dipenuhi dulu yaitu TAQWA. Apa TAQWA itu ? singkatnya adalah HATI-HATI, just it !

Kok iso ???

Yo iso, hati-hati dalam setiap hal. Karena dalam dunia PNS atau birokrasi bisa jadi perbuatan maksiat atau melanggar peraturan itu kebanyakan bukan karena niat dan kesempatan si pelakunya, tetapi karena dijebak oleh orang-orang “pinter ning keblinger”
Sedikit cerita lagi, hal ini saya peroleh dari seorang ustadz saat menjabat menjadi anggota Dewan. Saat itu blio ada di panitia anggaran yang tugasnya menyusun rencana anggaran belanja daerah. Nha, kisahnya adalah banyak uang itu melintas didepan mata, bukan hanya 6 digit bahkan hingga 12 digit bilangannya, dan yang sudah menjadi adat bagi para eksekutif adalah untuk melancarkan susunan rencana anggaran dari masing-masing bidang pemerintahan adalah dengan adanya uang pelican (uang sogok untuk anggota dewan) agar rencana anggarannya disetujui. Hal ini selain dituntut hati-hati juga dituntut untuk bisa professional, mengemban amanah. Dan sedikit sekali orang birokrasi yang paham akan hal ini, sekali lagi karena sudah tradisi….(wah repot tenan…, tapi bukan peluang untuk menutup pintu kebaikan dan hidayah)

Sikap kehati-hatian lainnya adalah dalam hal menyikapi anggaran dalam bidang pemerintahan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa anggaran pemerintahan itu akan selalu naik dan syarat utamanya adalah dengan menghabiskan anggaran pemerintahan pada periode anggaran sebelumnya. Nha peluang ini pun banyak yang memanfaatkan terutama “orang-orang pinter tapi keblinger” tadi. Bikin acara yang sifatnya hura-hura dan tidak terlalu prioritas, bahkan ada yang menggunakan ilmu aji mumpung, mumpung ada anggaran saatnya memperkaya diri sendiri. Sekali lagi fenomena ini sudah menjadi system, artinya se-sholeh apapun orang , sealim apapun orang kalau sistemnya seperti ini maka yang terjadi harus menaati aturan saja (tapi bukan pragmatis lho…ntar diakhir ada tawaran solusinya, tunggu dulu ya….sabar) dan orang-orang yang mempunyai kebijakaan bukan orang yang baru bergabung dalam PNS tapi orang yang mempunyai kedudukan, kan di PNS adalah jabatan karier dan ada golongan, nek gak salah golongan terendah adalah I/a dan tertingginya adalah IV/e dan masing-masing bidang pemerintahan berbeda-beda, intinya adalah jabatan PNS adalah jabatan karier. Dan orang-orang yang sudah bisa mengambil kebijakan adalah golongan IV ke atas. Beda dengan jabatan menteri, kalau PNS itu jabatan karier sehingga usia kerjanya lama, tapi kalau menteri itu jabatan politis dan usianya hanya 5 tahun saja. Artinya kalaulah bisa membuat sistem, itupun cuma bisa bertahan 5 tahun saja, begitu ganti menteri ganti pula aturannya, itulah negeri ini kawan. Oleh karenanya sebuah kombinasi yang indah adalah dari menteri dan pejabat birokrasinya diisi oleh orang-orang sholeh.

Resep yang kedua untuk bekal menjadi seorang PNS adalah dengan menjaga iffah kita. Iffah adalah menjaga diri dari sikap meminta-meminta. Banyak orang yang bekerja dibawah pengawasan Bos atau Manajer atau pucuk pimpinan menampakkan kebaikan-kebaikannya akan tetapi ketika pimpinannya tidak ada maka kerjanya seenaknya saja, padahal sesungguhnya yang Maha Awas masih melihat. Selain itu banyak orang yang mengagung-agungkan pimpinannya agar mudah danlancar dalam kenaikan jabatannya, hal ini tentunya termasuk dalam kategori menyembah kepada thagut (syirik) dan tahu kan dosa syirik kayak apa ??? Mengagung-agungkan pimpinan tidak selalu taqlid buta kepadanya, bisa jadi bentuknya berupa “komisi-komisi” yang bikin senang sang pimpinan, lagi-lagi hal ini merupakan budaya bahkan sudah menjadi kebiasaan. Oleh karenanya jika pingin menjadi PNS jangan lupa berdoa doa yang diatas ya, biar dibebaskan dari tunduk dan patuh pada pimpinan layaknya kepada Tuhan. Ingat Allah itu pencemburu, gak mau diduakan alias diselingkuhi. Jika sudah diduakan pasti marah dan kalau marah mau pergi ke planet mana kita ????

Ketiga tentunya setiap kita pingin kaya atau mendambakan kekayaan. Nha, PNS salah satu sarana untuk mendapatkan kekayaan berupa materi uang alias gaji. Weit`s masalah gaji ini harus menata hati dulu, biar tidak terjebak pada pragmatisme dan oportunisme. Apalagi prospek PNS kedepan sungguh cerah, karena kebijakan dari pemerintah sekarang setiap tahun akan meningkatkan anggaran gaji PNS sebesar 15 % (nek gak salah…atau malah lebih, Alhamdulillah….). Masih ingat tho urutan dari doa diatas : HIDAYAH – TAQWA – IFFAH – KEKAYAAN. Ya, kita boleh kaya, kita boleh bergelimang harta tapi syarat utamanya kudu TAQWA, biar gak seperti Qorun dan Fir`aun yang diazab karena kesombongannya sebagai orang kaya harta dan kekuasaan.

Oke…rehat sejenak frend….endapin dulu tulisan diatas…….boleh ambil nafas, jalan-jalan sebentar, ngambil cemilan or liat berita sebentar untuk meng-energizing pikiran kita. Siap lanjut….???? Lanjutkan…….

Ternyata untuk menjadi PNS yang bukan hanya sekedar Pegawai Negeri Sipil, tetapi kudu PEGAWAI NEGERI SHOLEH tidak cukup dengan berdoa diatas saja, karena sekali lagi yang kita “lawan” adalah system, yang sudah turun temurun bahkan juga bertahun-tahun. So, bekal sesungguhnya adalah dengan TARBIYAH alias NGAJI alias NGILMU AGAMA alias NGE-CHARGE IMAN.
Sekali lagi TARBIYAH adalah kunci. Ada lho yang sudah merasa besar, merasa sukses trus tarbiyahe mandeg dengan seribu alasan (wah koyo lagune EXIST wae…..)gak ada waktu lah…capek lah…..ngerjain tugas lah….lembur lah….bahkan yang lebih parah berhenti TARBIYAH gara-gara diajak untuk berpolitik, yang jelas-jelas PNS gak dibolehkan. Untuk yang satu ini memang kudu ati-ati, jangan sampai kita menjadi PNS yang bermasalah gara-gara terlalu semangat beraktivitas ke politik, lha kan wis berikat janji setia sehidup semati utk tidak mengikuti kegiatan yang bernuansa politik, ning nek politik Islami oleh-oleh wae artine politik –ngajak– untuk ber-Islam dengan baik dan lurus serta kaffah.
So, buat kita, PNS bukan satu-satunya jalan, tapi harus menjadi pilihan.

Berapa banyak kasus KKN yang terjadi dalam dunia birokrasi karena mental PNS yang gak sholih. Bahkan yang lebih parah ada PNS sholih malah diperangi, didzolimi, disulit-suliti, di”sunati” hak-haknya, na`udzubillah…

Ada sebuah kisah (dari hasil curhatan blio saat silatirahiim ke rumah blio) dari seorang pejabat Pemda Kabupaten –semoga Allah merahmatinya–, kebetulan udah ikut tarbiyah yang duduk di bidang Kesejahteraan Masyarakat (lahan basah) karena kebiasaannya membaca al qur`an dan ma`tsuratan malah dibilang dan disebuti oleh teman-teman orang ilang ingatan. Tapi sungguh Allah itu bersama orang-orang yang sabar. Semakin didzolimi blio, maka jalan kemudahan pun ia dapatkan. Kemudahan dalam berkarier PNS dan kemudahan dalam menebarkan aktivitas kebaikan (baca=dakwah). Prestasinya luar biasa, blio mampu menyelenggarakan taklim bulanan, yang sebelumnya belum terprogram dengan rapid an dengan pembicara yang “keren”. Namun lagi-lagi karena pimpinan blio juga kurang suka dengan sikap blio, maka blio sekarang dimutasi menjadi Kesejahteraan Masyarakat tingkat Kecamatan. Dunia…oh…Dunia……benar-benar permainan dan senda gurau saja.

Nha, sudah ada pilihankah ??? sudah ada perencanaankah ??? sudah ada gambarankah ???
Saatnya untuk berkarier dakwah di ranah yang baru….mengikuti jejak teman-teman yang sudah dahulu….jangan sampai mereka gak bisa maju…..gara-gara sistem yang gak bermutu.

Jadi PNS jangan berpikiran kerdil
Kuncinya Iman kudu stabil
Agar bisa berkarya lebih adil

Jadi PNS bukan pragmatis
Jika mempunyai visi yang sarat idiologis
Nampakkan Islam yang berwajah manis
Untuk negeri Indonesia yang keren abis

Inga` inga` SDM dan SDA Indonesia sangat besar
Akankah dikelola oleh orang-orang yang gak sabar
Sehingga kita terima menjadi penonton yang pandai berkelakar
Mirip bunyi tong kosong yang dipukulin sang pendekar

Hai orang-orang sholih
Mari tentukan apa yang mau kita pilih

Bisa PNS nyambi kerja sosial
Bisa PNS nyambi dagang
Bisa dagang nyambi PNS
Bisa dagang ngurusi LSM
Atau bisa PNS, dagang n Kerja Sosial (wuah kuuueeeeerrrreeeennnnn…pasti)

Tapi kudu dimengerti :
Mau PNS kudu jadi Dai dulu
Mau Menteri kudu jadi Dai dulu
Mau Presiden kudu jadi Dai dulu
Mau Pedagang kudu jadi Dai dulu
Mau ngurusi LSM kudu jadi Dai dulu
Mau Guru kudu jadi Dai dulu
Karena Dai adalah pilihan kita, pilihan-mu dan pilihan-ku

Wallahu a`lam bishowab
Semoga Allah memberikan kebaikannya untuk kita semua

Semoga sebuah tulisan yang mencerahkan….tentunya bisa menyemangati, mengobsesi dan menginspirasi.
Jika benar datangnya dari Allah saja,
Jika salah maka saya harus banyak istighfar dan baca

Wassalamu`alaikum Wr Wb
mujahidmuda
MariefuniM

Kritik dan saran bisa dilayangkan ke email:marzocchie@gmail.com dan sms ke 085228493809

Ditulis dalam Tak Berkategori. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: