VIRUS VIRUS CINTA


Saya masih kepikiran tema ceramah/taushiyah salah satu peserta kontes Dai Daiyah TPI, VIRUS-VIRUS CINTA …

Hmm, … sebuah tema yang bisa menarik bisa tidak, tergantung sudut pandang dan bagaimana si kontenstan menyampaikannya. Secara umum, para juri yang terdiri atas H Oma Irama, H Zainuddin MZ, Ust Ahmad Alhabsyi dan Ust Yusuf Mansyur memberikan tanggapan positif dengan sejumlah catatan. Nah catatan ini yang menarik dan membuat saya setuju tapi tidak setuju.
Siapa yang tidak kenal Virus dan Cinta? Tentu hampir semua orang tahu atau setidaknya pernah mendengarnya, yang satu lebih sering dari yang lain dan pada situasi yang berbeda. Virus sudah kita kenal sejak bangku sekolah atau mungkin buat generasi anak-anak sekarang yang pra-sekolah dari pergaulan dan saran informasil elektronik. Cinta pun tidak jauh beda tapi mungkin dengan setting yang berbeda dari virus.

Kedua hal di atas sama-sama tidak kasat mata, walau virus itu konkrit sedangkan cinta itu abstrak. Keduanya juga pasti bisa dilihat dampaknya pada seseorang krn memang keduanya tidak kasat mata. Yang jelas virus sendiri masih diperdebatkan apakah termasuk makhluk hidup atau tidak — setidaknya itu terkahir yang saya pelajari di SMA. Sedangkan cinta kadang diperdebatkan bukan pada hakikat tapi pada fenomenanya, sehingga ada cinta buta, cinta monyet, cinta mati, cinta ini dan cinta itu. Tidak berbilang hasil rasa dan karsa manusia yang tertuang dalam upaya menggambarkan cinta itu.

Tapi apa yang terjadi ketika kedua kata ini digabung: Virus-virus Cinta? Jamak lagi bentuknya, seolah memang ada banyak virus cinta itu.

Salah seorang juri menegaskan bahwa si kontestan tidak pas dalam menyampaikan tema itu karena ada yang off, yaitu tidak ada fokus ketika si kontestan berusaha menyampaikan tema virus-virus cinta dalam tempo 5 menit.

Yah apapun juga, si anggota juri itu menegaskan hal yang bagi saya kok tidak pas, yaitu virus-virus cinta itu ada dan itu harus kita perangi!

Ah, masa iya siy cinta itu juga bisa jadi virus? Bukankah Cinta itu adalah bagian dari emosi yang setandan dengan sayang dan kasih? What’s wrong here…?

Saya tetap belum bisa percaya statement sang ustad yang jadi anggota juri bahwa virus-virus cinta itu ada!

Saya percaya cinta itu suatu karunia Allah pada kita hambanya dan menjadi salah satu ciri khas manusia dibanding makhluk lainnya — setidaknya dari sudut pandang manusia. Tanpa cinta tidak ada kehidupan ini. Bukankah Allah menunda kiamat karena masih bertebaran cinta di muka bumi ini? Tapi tentu cinta yang sebenarnya, bukan cinta yang sebenarnya adalah nafus berbalut ‘cinta’ …

Jadi, apa itu virus-virus cinta?

Ditulis dalam Tak Berkategori. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: