Perjalanan Berkesan

BY:FATIM4H AZ ZAHRA

Setelah kudapatkan ijin visaku untuk tinggal di Negri Formosa,segera kupesan ticket jakarta to ciang kei sek dengan jadwall pemberangkatan hari minggu tanggal 26 march 2004.Segala keperluan ku persiapkan mulai obat anti mabuk hingga balsem khawatir akan mabuk kendaraan .

Minggu siang tepat pukul 1 kumasuki pelataran Bandara sukarno hatta terminal 2.setelah sebelumnya ku urus tentang viscalku.Sepintas ada rasa sedih dihati kala teringat kampung halaman dan negriku yang akan kutinggalkan.Dan entah kapan aku akan kembali,Karena aku harus segera kembali ke negri formosa menemui pria yang telah menikahiku.

Sengaja tak kubawa terlalu banyak barang terkecuali laptopku dan oleh oleh pesanan keluarga suamiku.Tak kubawa baju karena sebelumnya baju bajuku telah terlampau banyak yang kutinggal disana.Dan sengaja tak kubawa uang serta HP ku,Karena kupikir setiba di negri formosa suamiku akan menjemputku di bandara.Antrian panjang pengecekan pasport kulakukan kulihat seorang ibu bermata sipit datang menghampiriku.

”Apa kamu chinese?”tanya ibu itu padaku dengan tak hentinya memandangku.
”Ah bukan bu,saya pribumi”jawabku singkat seraya memberikan pasportku untuk di cek petugas.
”Eh kamu bisa bantu saya tidak,tolonglah selaku sama sama indonesian”?tanya ibu itu lagi mengharap pertolonganku seraya memperlihatkan barang
barang yang memerlukan bantuan tanganku tuk membawakannya.
”Oh…Dengan senang hati akan saya bantu Bu”jawabku singkat sembari bertanya barang apa saja yang ada di dalam tas itu.

Dengan berjalan beriringan ku jinjing tas ibu itu dan lumayan berat juga,Hingga terkadang aku harus bergantian tangan tuk membawakannya.
Ibu itu kerap menatapku dengan canggung,Akhirnya tibalah di pengecekan barang kedua dipintu masuk ruang tunggu China Airlane mendarat.

Kulihat bag di buka oleh petugas dan betapa kagetnya aku karena dalam tas itu bukan barang barang berharga atau baju yang lainnya,Namun
tas itu berisikan daun singkong,jengkol,baso sapi dan maam sayuran lainnya yang teramat sulit kudapatkan di negri formosa.Dengan hanya tersenyum
kututup kembali tas itu dan kembali membawakannya hingga masuk pesawat.Hanya anggukan kepala yang kulihat dari ibu sebagai ucapan terimakasih
padaku yang telah membawakan tasnya.Dan akupun berlalu mencari tempat dudukku.Dan kudapatkan kursi duduk di bagian tengah.

”Kamu orang china”Tanya seorang nenek padaku ditengah rasa kantukku
”Bukan Bu,Apa saya nampak chinese,Mataku tidak sipit loh bu”Jawabku sambil menawarkan permen yang kubawa.
”Abis tadi kamu bercakap dengan pramugari dengan bahasa mandarin yang kumengerti”Jawab nenek itu sambil tersenyum malu.

Lama bercakap dengan nenek itu hingga akhirnya kamipun tertidur pulas walau tidak mampu bermimpi dengan indah.Ku terbangun dari tidurku saat pramugari menanyakan fast foodku yang kupesan saat pemesanan ticket dengan lebel MF atau moslem food.Rupanya dalam pesawat itu hanya aku
yang punya menu berbeda hingga pramugari itu menanyakan ulang untuk memperjelas.Kulihat nenek disebelahku masih tertidur,ia berusia sekitar 70
tahun,Seorang nenek yang masih sehat dan kuat untuk bepergian sendiri.Selang berapa menit kemudian nenek itu terbangun dengan senyum yang ditujukan padaku dan akupun membalasnya dengan anggukan kepala dan senyuman.

”Mimpi apa tadi nek,kulihat nenek tidurnya pulas sekali”gurauku sambil kubaca majalah yang bertuliskan pin yin.
”Halah kamu bisa aja,mana bisa tidu dipesawat hingga bermimpi”awab sang nenek sambil merapihkan rambutnya yang memutih

”Oh iya..Tadi saat dijakarta kamu kenal dengan orang yang bawakan tas nya itu”?tanya sang nenek padaku
”Ah gak kok nek,aku kenal dia saat tadi pengecekan pasport itu”Jawabku heran

”Kamu baik ya,mau bantuin orang sedang orang itu tak kamu kenal”Cakap sang nenek yang membuatku malu.
”Orang hidup kan harus saling bantu nek”jawabku dengan singkat karena aku ingin melanjutkan tidurku tadi.

Hanya berapa menit saja Akupun tertidur pulas dan kembali terbangun setelah pramugari tengah menyalakan lampu jam makan malam.Dan kulihat
Menu makanku memang beda dengan yang lain.Nenek itu merasa heran dengan menuku yang tidak sama dengannya,Setelah kujelaskan akhrnya
nenek itupun paham dan tak lagi bertanya.

Selesai makan malam,2 jam lagi pesawat baru akan mendarat di ciang kei sek.Kulanjutkan kembali bacaanku dan kuliat nenek itupun tengah membaca buku kecil ditangannya.

”Eh..Kalau pesawat mendarat kamu bisa bantu nenek nggak ya’?Pertanyaan nenek itu membuatku menghentikan bacaanku.
”Apa yang bisa saya bantu untuk nenek”?dengan rasa heran

”Tolong bawakan tas nenek satu,Bisa nggak ya?”tanya sang nenek dengan rasa malu
”Isi tas itu apaan nek,bukan bahan makanan kan nek”?tanyaku kembali

”Bukan,,tapi isinya lumayan berat juga,nenek merasa tak mampu menjinjingnya”Suara nenek itu mulai samar kudengar.
”Ok nek,,nanti kubawakan satu tas nya”jawabku singkat

Kamipun kembali mengobrol kesana kemari bercerita tentang masa kanak kanakku dan nenek itu menceritakan kala ia kecil yang harus berpisah dari orang tuanya karena ayah bundanya meninggal kala jaman perang dulu,Rupanya nenek itu punya masa kanak kanak kala jepang menyerang negrinya,
Dan akhirnya nenek itu merantau ke indonesia dengan rombongan yang tak dikenal.

Tak terasa pesawat pun mendarat juga akhirnya tepat pukul 8 WITA.segera ku bergegas menuju cek bag dengan nenek itu untuk membawakan
salah satu tasnya.Dan akhirnya kubawakan tas nenek itu hingga pintu keluar.Tibalah dipintu keluar ku serahkan kembali tas itu pada sang nenek dan kamipun berkemas barang masing masing..

”Sie Sie Ni..semoga tuhan membalas kebaikanmu ya nak’’suara nenek itu sambil menepuk pundaku
”Pu khe chi..”Jawabku sesingkat mungkin sambil mataku terus mencari cari orang yang menjemputku.
”Kamu tinggal di kota apa ”?tanya nenek itu
”taipei county tepatnya di lu chou city”jawabku sambil mataku tak henti hentinya terus mencari jemputan yang tak kunjung datang.

Sejam berlalu ku masih menunggu namun yang ku tunggu belum juga datang.Bagaimana aku bisa mengabari suamiku sedang aku tak bawa HP atau uang logam sekedar tuk menelpon.Barulah kusadari betapa bodohnya diri ini yang telah teledor tidak membawa barang barang penting seperti halnya HP dan uang logam.

Dua jam berlalu dan akupun masih duduk disitu dengan tangis yang tak bisa kutahan lagi.Hatiku dongkol dan memaki diri sendiri atas kebodohanku.
Ku pindah dan kucari tempat duduk yang agak sepi dari hilir mudik yang menjemput dan dijemput sedang aku hanya disudut kursi dengan raut cemberut.

Dalam sepinya disudut ruang jemputan,Diriku masih tersedu dan terus mengusap air mataku dengan harapan tak ada orang yang melihatku.
Aku hanya tertunduk memandangi sepatu kulitku dan terus ku hela napasku.Perlahan kurasakan ada seseorang yang menepuk pundakku.

”Ini nak untukmu”Nenek itu berdiri depanku sambil menyodorkan phone card padaku.
”Ambilah nak,meski isinya tinggal beberapa NT namun cukup untuk menelpon keluargamu”Penjelasan nenek itu makin membuatku terharu.

Tak dapat lagi kubendung tangisku dengan tanpa rasa malu aku langsung memeluk nenek itu dengan erat.Sambil tak putus aku berucap sie sie sie sie.
Nenek itu sambil memberikan tisu berbungkus kecil,menyuruhku untuk menghapus air mataku dan nenek itu menarik lenganku menuju tempat telpon kartu

”02.22882047 ku putar dan kudengar ibu mertuaku mengangkat telponku.Dengan masih dalam tangisan aku katakan telah 4 jam menunggu namun jemputan tak kunjung datang.Dan baru kuketahui jika suamiku baru saja berangkat dari rumah untuk menjemputku.Setelah call ku selesai nenek itu permisi untuk melanjutkan perjalananya karena orang yang menjemputnya telah tiba.

”Nak ..simpan saja phone card nya untuk kenang kenangan dariku’’suara nenek itu membuyarkan lamunanku
”Terima kasih ya nek ”kuberucap sambil terus menganggukan kepalaku

”Sama sama nak,bukankah tadi dalam pesawat kau bilang kita harus saling tolong menolong”jawab nenek itu dengan panjang
”Iya..Nek,Dan akupun tak menyangka bantuan Tuhan akan datang dengan segera dalam waktu yang hanya berapa jam saja”ujarku menyambung

”Jabatan tangan dan rangkulan kami lakukan,Karena nenek itu harus segera melanjutkan perjalanan.Hanya lambaian tangan saja yang nampak kala nenek itu memasuki mobil yang membawanya pergi ..

Tiada berapa lama saudara iparku pun datang menjemputku dan membawaku pergi menuju rumahku yang menempuh perjalanan 40 menit dari airport hingga apartement..Dalam perjalanan kuceritakan tangisan dan pertemuanku dengan nenek itu hingga kini jika aku mengingatnya akan kembali kubercerita..

Satu perjalanan yang amat berkesan akan selalu terkenang yang mana didalamnya akan ada hikmah yang kuambil.Pertolongan Allah akan segera datang dengan segera dimanapun kita berada.Entah itu di indonesia maupun formosa atau pun tempat lainnya.Karena Allah akan selalu bersama kita jika kita memang percaya padaNYA.

4 tahun kini berlalu kenangan itu namun masih utuh dalam ingatanku,Kerutan wajah nenek itu yang pernah memberikan phone card untukku.
Semoga senantasa nenek sehat selalu. Senyum manis

Catatan kini yang harus kuingat kala bepergian,harus selalu membawa HP ku untuk berhubungan dan harus kuingat slalu untuk membawa uang negara tujuan,setidaknya uang dolar yang dimanapun bisa digunakan Yiiihaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: