Catatan Liburan Fa Za


”Neng neng kamu kebalik otak kali yah.aku yang tinggal disananya keruduungan panjang aja kalau pulang mah maunya keren,tapi kamu yang tinggal di negri yang mayoritasnya budha pulang pulang ribet amat.”?

”Ya ampun sih,ane kerudungan baru belajar beberapa bulan ini dan udah aku mantapin niatku untuk terus pakai jilbab dink.”celotehku
”Iya ya dech,atau barangkali kamu calon istrinya mas Haji yang ganteng itu yah.”Tarsih tak henti hentinya menggodaku dengan candanya.

”Halagh gubrak..yah gak apa apa lah,aku lebih sreg dan nyaman sekarang kok,walau kadang masih sering diperhatikan terus tetangga kanan dan kiri.”jawab keluhku.

Terkadang akupun merasa heran apa yang salah dengan diriku.kumerasa tak pernah berhutang apalagi merugikan tetanggaku.Dulu setiap pulang
liburan pulang pergi selalau jadi perhatian tetangga dan sekarang aku ganti cara berpakaiannya malah dianggap aneh.Tak peduli dengan apa yang mereka anggap tentang diriku yang penting aku merasa nyaman dengan aku yang sekarang dan aku merasa bersyukur denagn hidayah ini loh.”ucap panjangku pada tarsih yang masih melongo mendengar celotehku.

”Neng..kalung yang ini cakep gak neng,ini kalung hadiah dari majikanku tahun lalu loh neng.”tarsih memakai kalung itu dan mengatakan jika kalung
itu beratnya 20 gram.

”bagus banget sih,eh mas saudi umumnya kan sama dengan mas taiwan ya,mas 24 karat kan sih?.”tanyaku sambil memuji akan bentuk perhiasan
arabic yang berbeda dengan model perhiasan taiwan.

”iya sama mas 24 neng,lah kamu mah neng masih perhiasan lama yah,boleh pegang gak?.”Tarsih menyingkap kerudungku dan memegang perhiasan
yang kukenakan.dengan segala kekonyolan, tarsih mengatakan jika aku paling bisa merawat perhiasan walau telah berpuluhan tahun tapi perhiasan
masih nampak mengkliap dan bertahan dengan tidak menjualnya.

”halagh sih tarsih,kamu lupa yah kalau neng orang keren yah yang gak mungkin menggadaikan perhiasanku weekekkekekekeke.”jawabku dalam canda bernada narsis.Lama tak sua dengan tarsih namun keakraban kami masih seperti dulu yang selalu tertawa lepas kala bersama.Diakhir senja yang mulai berganti kelam,kami sepakat jika esok hari akan keluar bersama untuk lunch diluar bertempat dipusat kota dan sekalian jalan jalan di mall yang
baru dibuka.

Keesokan harinya aku dan tarsih pergi ke pusat kota.kukenakan kerudung hijau panjang hadiah dari unique yang kupadukan dengan rok panjang
hitam.Sedang Tarsih memakai celana putih pendek dengan tshirt berwarna merah.hingga perhiasan yang ia kenakan kurasakan teramat nampak
mencolok,sudah kuingatkan padanya berpakaian ke kota jangan terlalu mencolok dan dijawab oleh tarsih dengan rasa sensitive nya yang mulai
cemberut ketika kuingatkan.

Motor yang kulajukan tibalah ditempat yang kutuju.Segera kuparkirkan motor disamping pintu depan rumah makan ”Saung Kuring sundanese food”
kupilih menu kesukaan kami berdua hingga tak terasa santap siang tanpa cerita berlalu begitu saja.Segera kualihkan arah menuju pusat perbelanjaan
yang paling ramai dikota kami.Mall Grage yang sering kami datangi untuk belanja pakaian dan kebutuhan sehari hari sekaligus tempat nostalgia masa
remaja kami dulu yang kerap bolos sekolah hanya karena main game disini.

”Neng,kamu gak ribet pake ginian,gak panas dan gerah,gak takut nanti gak ada yang naksir?.”tanya tarsih padaku ketika dihalaman parkir motor.

”lumayan lah.tapi enjoy aja sih coz dibalik rasa gerah kurasakan seberkas kenyamanan yang teramat menyejukan,yah gak apa lah gak ada yang
naksir juga coz daku mah gak mau ditaksir banyak orang,ntar bisa repot dech kebanyakan penggemar”Tarsih terkekeh mendengar jawabanku
yang iterkesan puitis dan sedikit narsis.Tarsih bilang kalau aku memang orang yang suka banget mengucapkan kata kata puitis dalam bentuk
percakapan yang akhir cakap akhirnya mengundang tawa.

Kami masuki pertokoan baju dan kami berpisah sejenak.kumasuki pintu toko yang menjual baju baju muslimah dan kerudung sedangkan Tarsih
memasuki toko acesory dan cosmetic.Kami sepakat siapapun yang belanjanya selesei duluan harus menunggu di cafe sebelah.kupilih dan membeli
beberapa warna kerudung yang kusesuaikan dengan warna baju yang kupunya.

kulihat harga yang teramat murah bila dibanding dengan harga kerudung ditaipei,yang akhirnya kuputuskan untuk membeli 10 lembar kerudung
dengan warna yang berbeda.Barang yang kupilih telah kubayar dan segera kulangkahkan kaki meuju tempat yang telah kami janjikan.

Cukup lama kumenunggu tarsih,hingga ice capucino telah habis kureguk namun Tarsih tak menampakan batang hidungnya.Untuk mengisi waktu
yang kurasakan menjenuhkan kucoba Ol MyQ lewat hp ku mengisi beberapa tread Obras hanya untuk menyapa sahabat mayaku.Tiga postingan
telah kutuliskan namun Tarsih tak juga nampak.

Dengan tergesa kutinggalkan cafe dan menuju ke toko acesory mencari Tarsih yang cukup lama berbelanja.Barulah selangkah kumasuki toko itu
kulihat kegaduhan yang cukup menarik perhatian khalayak ramai.

”Disana ada kerumunan apa bu?.”tanyaku pada seorang ibu yang tengah menuntun anaknya.
”Oow disana ada orang yang terkena hipnotis mbak,padahal mau belanja bareng karo kita yu,ya mengkonon lah akibate anggon anggone beli kira
kira, lagune bae kaya wong bule.”celoteh ibu itu dengan menarik tangan anaknya dan meninggakanku.

Bagai tersengat aliran listrik ketika kerumunan itu bubar dan kulihat Tarsih yang masih menangis histeris.Tarsih duduk dilantai dengan senggukan
tangisnya yang masih kudengar jelas,Segera kurengkuh tarsih berusaha menghilangkan rasa takutnya,Tarsih terus memandangku dengan pandangan
kosong.

”Astagfirlahh tarsih,jadi barusan kamu terkena hipnotis?.”tanyaku ketika tarsih telah cukup merasa tenang.
”Iiya neng.aku pengen nangis pengen jerit pengen memaki whuaaaaaaaaaaaaaa whuaaaaaaaaaaaaaa.”tangis tarsih kali ini tanpa air mata yang
melintas dipipi.

”Ehm..udah lah ikhlaskan saja,dan ini merupakan pebelajaran untukmu dan untuk yang lainnya agar jangan berlebihan dalam memakai perhiasan.”
ucapanku kali ini didengar tarsih yang ia ajawab dengan anggukan kepala.

Teringat barusan kala dihalaman parkir.Sebelumnya tarsih telah kuingatkan agar jangan memakai berlebihan dan kini ada ada sedikit rasa sesal
yang tarsih rasakan.Bukan hanya kerugian materi namun juga Tarsih yang masih kalap dan merasa takut jika berpapasan dengan yang lain.

Terbayang dalam hati dengan kejadian tadi.Seandainya aku tak berjilbab,mungkin juga aku dihipnotis seperti Tarsih Karena waktu itu akupun tengah memakai perhiasan.namun jilbab yang kupakai mampu melindungiku dari kejadian yang dialami Tarsih.

”Sih udah dech jangan sedih lagi ya,kita pulang yuk ah udah mau dzuhur tuh.”ajakanku di iyakan tarsih yang kini tidak lagi mennagis.

”Eh sih,tuh kan dibalik rasa gerah berkerudung ternyata menyelamatkan diriku dari kejadian yang kau alami wekekekekee.”

”Iya iya iya neng,kamu yang menang dech,mode OFF jangan lanjutin percakapan itu ah.aku sebel jadinya.”ucapan tarsih mengakhiri obrolan
tentang hipnotis yang ia alami barusan.Sepanjang perjalanan kami banyak diam hingga motor yang kulajukan berhenti diteras rumah tarsih.

”Makasih ya neng atas traktiran tadi,kapan lagi yah aku makan gratis lagi.?”ucapan tarsih bernada sedih karena aku hanya beberapa hari saja di indonesia.

Semilir angin diawal senja kurasakan bersahahabat.kicauan burung yang selalu hinggap didahan pohon mangga depan rumahku.sinar mentari
yang hampir tenggelam menyisakan rona merah yang samar kulihat dibalik tirai jendela kamar.Tertulis dalam benakku setiap kejadian yang kualami
selama liburan tahun ini,Banyak yang bisa kuambil ibrahnya yang untuk kujadikan pelajaran yang harus selalu kuingat.

Penggalan penggalan kisah kutoreh dalam diaryku.Masih banyak yang belum kupahami tentang kehidupan diluar sana.Penipuan secara terang terangan atau bahkan kisah terhipnoisnya Tarsih.sipelaku hipnotis mengapa berbuat demikian?.Banyak bahkan lebih banyak lagi pertanyaan yang harus kujawab.Mungkinkah pelakunya terpaksa berbuat demikian karena ia butuh makan,sedang ia tidak ada pekerjaan.?Tapi kenapa harus dengan cara menipu.?Apakah tidak ada cara lain untuk mencari penghidupan yang lebih layak dan tidak merugikan orang lain.

Lapangan pekerjaan makin sulit hingga banyak pengagguran muda sepanjang jalan.Benarkah ini karena ketiadaan lapangan kerja ataukah karena kemalasan mereka.Teramat disayangkan negri ini dengan keadaan sekarang,Masih dalam renunganku senja ini.mengapa krisis ekonomi negri harus diiringi krisis iman insani.ketika penipuan,pelecehan,dan himpitan ekonomi makin merajalela dan menyesakan dada penduduk rakyat kecil.yang kaya makin kaya dan yang miskin makin terpuruk itulah yang kulihat fenomena negriku yang kulihat sekarang.Pikir panjang serta pertanyaan tak terjawab membuatk penat dan letih kurasakan kantuk.sebelum kupejamkan mataku setitik do’a pada yang maha kuasa semoga negriku terbebas dari keterpurukan ini.

***Ya Rabbi ampunilah hamba yang berlumur dosa,biarkanlah hidupku selalu berada dalam hidayahMU ini..
Ya Rabbi gantikanlah kemaskiatan menjadikan sebuah ketaatanku padaMU..
Amin allahuma amin

Tinggalkan sebuah Komentar
Catatan Liburan FaZa

September 8, 2008 pada 6:56 pm (Cerpenku)
Liburan kali ini sengaja satu surprise untuk keluargaku.hingga mereka tercengang ketika aku memberitahukan jika aku tengah dalam perjalanan menuju rumahku.Ada tangis dan tawa menyambutku didepan pintu.

”Neeeeeeeng kamu ngareuwas keun mimi saja”ucap ibuku sambil menangis merengkuhku .
”kan udah neng bilang kalau aku mau surprise”jawabku tanpa rasa salah dan kurangkul semua saudaraku.

Kutinggalkan mereka yang masih memandangku dari belakang.segera kuberanjak memasuki rumah impian yang telah selesai.tangisku berderai tanda bahagia karena rumah impian ber cat hujau telah kumiliki,persis seperti apa yang kuinginkan.

”Neng geuning nambah lintuh weh ayeuna mah.”tanya ummiku dengan terus memandangiku yang kini mengenakan jlbab.
‘’sumuhun umi,seueur teuning sare kirang gawe mungkin.”jawabku dengan bahasa sunda yang belepotan.

Sepanjang malam itu kuceritakan kisahku di taipei,kegiatanku hingga teman teman mayaku.Kukisahkan pula tentang cita cita masa depanku dan niatku untuk tidak memakai baju baju pendek lagi.Ummi meliriku yang masih berkata lantang.kukatakan jika aku tak akan menyesal dengan apa yang kulakukan ini.

”yah eta mah kumaha neng wae lah,neng mah dihate ummi tetep anu bager anu nya’ah ka kolot.”jawabnya.
”muhun lah,neng kan masih tetep yang paling keren kan mi,tapi dimata umi doang.”candaku seraya mengerlingkan mataku.

Malam itu ummi tertawa dan berkata jika putrinya tetap tidak berubah yang periang dan suka becanda denganya.Banyak perubahan yang kulihat dari ummiku,rambutnya yang kini telah berwarna dua,kulitnya yang makin hitam tapi senyumnya masih tetep manis dan pelukannya masih tetep hangat.
percakapan sepnajang malam berhenti hingga ucap kata ditelan mimpi masing masing.

*****
”Mas,anterin neng ke bank dan kantor imigrasi yah.”pintaku pada mas ku yang hendak berangkat kesekolahan untuk mengajar.
”ya bolehlah tapi nnati agak siangan aja ya neng,ini kan senin sekolahan gak bisa ditinggal loh.”
”ok..’

Siang selepas dzuhur kusiapkan persyaratan untuk memperpanjang pasport dan uang yang hendak kutukarkan.banyak perubahan dengan peraturan kantor imigrasi yang membuatku harus pergi ke imigrasi bandung.dengan penuh rasa kecewa akhirnya kuputuskan besok pergi kebandung dengan mengendarai motor saja.

Hari kedua liburanku untuk mengurus surat suratku ke kantor imigrasi bandung.kurasakan bagai seorang pendekar.Menyetir motor dengan jarak yang amat jauh dan kencang.yang berkesan bagiku kala aku tersasar di bandung kota.setelah berputar lama barulah ketemu walau akhirnya kecewa.
peraturan baru yang cukup rumit dan memerlukan waktu 2 minggu membuatku lebih memilih mengurusnya di negara yang hampir tujuh tahun kutempati.

Pertemuan myQers di gerlong
”Salamun alaykum mas laz,esok aku mau ke bandung loh.’’sapaku lewat hp pada lazios
”wa’alaikum salam,wah selamat datang dibandung ketemu dengan sahabat lainnya yah.”jawabnya singkat.

Selama hidupku ini yang pertama kalinya aku melakukan perjalanan jauh.rasa bangga pada diri ini kala kuberanikan perjalanan dengan sendirian.kutepis rasa takut kala ku naiki bis yang akan membawaku.

”yu unique,saya udah di cicaheum yu.”kusapa unique lewat phone ku.
”ya udah nanti kujemput kalau udah sampai.”jawabnya dengan memberitahu dimana aku harus turun dan menunggu.

sepanjang perjalanan,rasa kantuk hilang di telan takutku.banyak yang kulihat pemandangan menyedihkan sepanjang perjalanan,pengamen anak anak,pengemis dilampu merah.hingga penipuan secara terang terangan.dengan rasa berdebar akhirnya angkot menurunkanku di tempat yang kutuju.sosok yang ingin kujumpai akhirnya datang menghampiriku,Unique sahabat pertamaku yang kutemui kenal dari porum myQuran.

”mbak fat..aduh senangnya dapat ketemu dalam nyata.’’sosok yang kutunggu datang menyapaku.
”iya mbak, i miss nice to meet you too my sizta.”jawabku dengan merangkulnya.

Unique membawaku ketempatnya yang nyaman untuku beristirahat senja itu,semilir angin gerlong yang bersahabat,gemiricik air sungai yang kudengar dibelakang pondok,mampu mengilangkan rasa letihku senja itu hingga terlelap dalam mimpi senja itu.Unique sosok yang mudah akrab dan bersahabat walau perkenalan kami hanya dari sebuah layar itupun hanya dua kali bercakap lewat YM an.namun rasa persahabatan kurasakan tulus dari dasar hatinya.yang selalu tersenyum manis ditiap akhir ceritanya.bercakap kesana kemari yang cukup mengundang tawa.Senja itu kami rencanakan dinner dengan member yang lain,yang telah kami sepakati untuk dinner bersama di warung steak yang tidak jauh dari tempat unique.,

”Assalamu alaikum..wah senangnya ketemu sosok fatim4h az zahra.’’sapa aira dan idurra izati.
”wa’alaikum salam sizta.nice to meet you too.Aira yang mana yah.”tanyaku dengan merangkul mereka.
”Oow sosok Aira ternyata mirip banget dengan idura yah,suka canda dan manis sekali.”ucapku setelah mengetahui yang mana aira dan mengenal sosok lainnya.

Sebelumnya Asrie dan nopy yang rencananya akan bertemu denganku,Namun mereka tidak bisa bisa datang karena ada urusan lain yang harus disekesaikan.hanya sebuah salam lewat call on phone saja yang bisa kulakukan untuk bersilaturahmi dengan asrie.dinner steak malam ini aku duduk bersebelahan dengan unique dan aira sebangku dengan idura.sedang di meja lain hakeem bin zain,lazios dan menjemput bidadari.

Hingga dinner selesai kami bercerita tentang postingan postingan diporum dan karakter kami yang kadang berlawanan.bahkan seseorang berkata sosok fatimah penuh dengan cerita melow ternyata kocak dan suka becanda yang menurutku gak seberapa beda dengan aira dan idurra izati.

”mba fat,untuk dinner malam ini aku yang nraktir yah,karena aku mau pindah jadi myQers jogja.”ucap lazios disebrang meja
”Oow tidak la yau,tentu saja fatimah yang bayarin atuh,masa jauh jauh dari cirebon ditraktir.”jawabku dengan berlari menghampiri kasir.

Dinner di warung steak bersama sahabat yang kukenal lewat maya teramat berkesan.kami abadikan pertemuan kami lewat sebuah bingkai yang kelak akan selalu kukenang.Lazios permisi dan berpisah dengan kami didepan warung steak.dan kamipun kembali kepondokan unique yang tak jauh dari tempat aira dan idura.begitu juga dengan menjemput bidadari yang permisi ditengah jalan.

”Mas Hakeem..aku pinjam unique semalam yah.’’sapaku pada suaminya unique.
”halagh mbak fat ikih pake acara pinjam meminjam segala,teman teman myQers juga sering nginap disini kok mbak.”unique menimpaliku.

Kurencanakan untuk bermalam dirumahnya unique walau sebelumnya telah ada yang menawarkan penginapan padaku.Namun kupikir ditempatnya unique akan lebih baikselain ada teman mengobrolnya dengan bahasa cirebonan juga bisa memudahkanku untuk berinternet ditempatnya.Malam beranjak kelam desiran angin dan gemericik air sungai terdengar mengalun mengiringi malam indahku digerlong.kupandang rembulan yang masih separuh membuatku rindu akan seseorang yang telah membuat banyak perubahan dalam kebaikan.

Kutatap terus rembulan malam itu tanpa henyak dari teras rumah,hingga sang pemilik rumah datang menghampiri dan menepuk pundaku.
Masih tak kuhiraukan kehadiran unique,mungkin terlalu asyik untuk memandangi rembulan yang malam itu sangat benderang.pikirku jauh menerawang
teringat sebuah bayang yang mungkin bayang itu telah melupakan jika aku masih mengingatnya.terucap kata dari lubuk hatiku yang paling dalam bahwa aku belum mampu melupakan bayang dirinya.

”Cie,mbak fat lagi kangen siapa nich,hanyoo ketahuan lagi jatuh cinta yah.?”unique datang mengahampiriku dan menepuk pundakku.
”Halagh gak la yau,aku trauma jatuh cinta yu.”ungkapku sembunyikan rona merah dirautku.
”mencintai siapa mbak.?’’seloroh unique
”mbak unique,jika aku mencintai seseorang pastilah karena keimanannya,aku ikhlas dan ridha menerima apapun dia adaanya,karena harta bagiku hanya sebuah titipan yang diemban bukan sebuah untuk perbandingan.”ucapku yang di iyakan unique.

Terhanyut cerita yang kurasakan cukup panjang hingga rasa letih menghanyutkan kami dalam buaian impian indah.kulihat unique terlelap dalam mimpinya dan aku masih memandangi rembulan dibalik tirai jendela kamar.teramat kurindukan namun kusadari rasa itu tak mungkin ada hadir kembali mengisi hari yang sempat kulalui.kupupus harap yang tak mungkin kumiliki.

Pagi yang kurasakan cukup dingin itu membuatku malas beranjak dibalik selimut.Kulihat unique terbangun dan lekas fardhu shubuh bergantian.
Unique yang selalu tersenyum manis menyiapkan breakfast untukku dan kubuka donat yang kami beli semalam.breakfast dan saling cerita yang tak ada ujungnya.Persiapan bekal untuk kembali ke cirebon telah kubereskan dari semalam,hingga pagi itu kurasakan santai cerita sambil menghirup udara yang masih sejuk.

”Akh hakeem..ana mau pamit yah,jazakallah atas inapan dan pinjaman unique semalam.semoga kita semua diberi kesehatan agar dapat bertemu kembali disuatu hari nanti.”ucapku pada suaminya unique.

‘’sama sama mbak fat..semoga gak ngapokin datang kemari,dan semoga silaturahmi selalu terjalin adanya.”jawabnya dengan salam perpisahan.

Langkah kaki meninggalkan gerlong yang kudatangi semalam,menyisakan satu persahabatan yang tulus hanya karenaNYA.sebelum berangkat kami
mampir ke tempatnya aira untuk mampir untuk berpamitan.dan unique pun permisi keluar sebentar meninggalkanku ditempat aira.Dalam waktu
singkat unique telah kembali dan akupun berpamitan pada mereka,unique mengantarku hingga aku menaniki angkot jurusan cicaheum.Rasa sedih
menggelayut dalam hati,enggan hati tuk meninggalkan unique dan tempat yang amat bersahabat.Sepanjang perjalanan dalam hati telah banyak yang kurencanakan,jika masih diberi kesempatan untuk menempati dunia ini,aku ingin kembali menemui unique dan sahabat lainnya disana.

”Neng..oleh olehnya atuh neng,mirah neng sakilo 28 rebu wae neng.’’suara penjual keripik tempe menghampiriku.

”bisa kurang gak pak,kirangan sedikit ya pak,25 rebu bisa gak.?”jawabku dengan melirik keripik tempe ditangannya.

”Sok lah,kanggo panglaris neng.”pedagang itu memberikan sekilo keripik tempe dan kubayar dengan 25 rebu.Ada rasa bangga karena aku bisa menawar harga walau hanya 3 ribu rupiah.

Lima menit berlalu datang lagi pedagang dodol menghampiriku dan sedikit memaksaku untuk membeli dodol yang ia jajakan.dengan sedikit terpaksa akupun membelinyatanpa menawar harga,kubeli 4 pak dengan harga 30 rebu dan pedagang itu berlalu.Rasa jengkel mulai kurasakan pada pedagang dodol itu karena isinyadalam kotak itu hanya beberapa biji saja.aku mengumpat diri sendiri mengapa aku bodoh sekali,selalu gak tega pada pedagang yang akhirnya ditipu mentah mentah.untuk menghilangkan rasa kesalku,2 pak dodol kuberikan pada seorang wanita yang duduk satu jok denganku.

”Makasih ya neng,semoga kebaikan neng dibalas kugusti alloh.”jawab wanita itu dan hanya kuanggukan kepala sebagai jawaban.

”Salak salak salak neng.salakna manis pisan mirah neng.’’suara penjaja salak menawarkannya padaku yang mulai mengantuk.

Pedagang salak menawarkan harga salak dengan 25 biji harganya 10 rebu.Merasa kasihan melihat penjual salak yang sudah tua dan dagangan
masih cukup banyak.akhirnya kubeli salak degan harga yang ia tawarkan dan akulah pembeli pertama yang memebeli salaknya.Pedagang itu berlalu kebelakang kembali menawarkan salaknya pada penumpang yang duduk dijok belakang.Satu yang membuatku merasa tertipu oleh pedagang salak itu,Dia menawarkan pada yang lain teramat murah, hingga pembeli terakhir yang duduk disebelahku membeli salaknya dengan 50 biji 2000 ribu rupiah.Merasa kesal dengan tingkah pedagang salak kupalingkan muka.Dan segera tayamum laksanakan fardu dzuhur.

”Astagfirlah hal adzim mas supir sing ati ati mas supir.’’suara penumpang yang mulai ribut karena supir kami mengerem mendadak yang membuat sebagian barang jatuh.

Serentak seluruh penumpang tertawa ditahan kala melihat pedagang salak yang terjatuh dan wajahnya sedikit lecet tergores kulit salak.semua penumpang meliriku dan tersenyum.hanya kuanggukan kepala karena aku paham makna senyum mereka.Demi tuhan barusan dalam do’a dzuhur aku tak berdo’a buruk pada kejadian tadi,semuanya hanya kebetulan saja.Pedagang salak itu sesekali melihatku dengan sediikit rasa malu.

Satu pengalaman yang cukup berkesan selama perjalanan dari cicaheum hingga cirebon.Sepanjang perjalanan banyak kutemui anak anak muda yang mengamen terkadang merasa risih.Dalam pikirku mengapa mereka memilih mengamen daripada bekerja,ketiadaan lapangan pekerjaan ataukah karena rasa malas mereka.

”Neng..tadi ada yang nyari kamu,baru aja orangnya tadi ngaleos.”keponakanku memberitahu setibaku didepan pintu.

Setelah kutanyakan siapa yang mencariku,barulah kuketahui jika yang mencariku tadi adalah teman main yang beru pulang dari saudi arabia.
Temanku yang sudah 5 tahun tinggal di timur tengah kini tengah mengambil cuti liburan dan bertemu denganku.Ummiku bilang temanku sudah banyak berubah.Bukan lagi Tarsih yang dulu lugu dan pemalu.Mendengar cerita ummi membuatku tambah penasaran ingin segera menemui tarsih yang lama tak kujumpai.

”Assalamu alaikum bik,tarsihnya ada dirumah bik.”tanyaku pada ibunya tarsih yang tengah mengobrol dengan tetangga rumahnya.semua tetangga bersalaman denganku dan mereka katakan hampir tak mengenaliku dengan fatimah sekarang.

”Wa alaikum salam,Hei Neng aduh apa kabarmu neng,lama gak jumpa yah Oow jilbaban euy.”Tarsih menjawab salamku dan membuatku terhenyak dengan penampilannya.Karena tarsih kini dengan berambut merah dan hanya mengenakan kaos oblong datang menemuiku.

”Ceileh cie cie si Neng kerudungan,apa gak salah neng,sekali kerudungan langsung panjang dan berkaos kakian pula,kagak gerah ya.”Tarsih yang masih kocak dengan renyah menertawakan penampilanku.

”Neng neng kamu kebalik otak kali yah.aku yang tinggal disananya keruduungan panjang aja kalau pulang mah maunya keren,tapi kamu yang tinggal di negri yang mayoritasnya budha pulang pulang ribet amat.”?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: